Trump Tunda Tarif China, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - baca.co.idRupiah - baca.co.id

JAKARTA – Rupiah terus bergerak lebih tinggi hingga Jumat (13/12) sore setelah Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan menandatangani kesepakatan dengan , sekaligus menunda pengenaan baru. Menurut catatan Index pada pukul 15.56 WIB, Garuda ditutup menguat 43 poin atau 0,31% ke level Rp13.990 per dolar AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.982 per dolar AS, melonjak 60 poin atau 0,43% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.042 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang kompak mengangkangi , dipimpin won Korea Selatan yang mengalami kenaikan hingga 1,43%.

Mayoritas mata uang Asia bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, setelah Presiden AS, Donald Trump, menandatangani perjanjian perdagangan dengan China, menghindari tarif baru terhadap barang asal Negeri Panda senilai 160 miliar dolar AS pada 15 Desember mendatang. Kesepakatan yang disampaikan kepada Trump oleh penasihat perdagangan China, termasuk untuk membeli lebih banyak barang pertanian asal Negeri Paman Sam.

“Hasil dari pembicaraan perdagangan AS-China akan menjadi penentu utama lintasan untuk tahun 2020,” ujar chief economist Bloomberg, Tom Orlik. “Pada satu tingkat ekstrem, kesepakatan yang membawa tarif kembali ke tingkat Mei 2019, dan memberikan kepastian bahwa gencatan senjata akan berlangsung, dapat memberikan dorongan 0,6% untuk PDB .”

Di belahan Bumi yang lain, menurut laporan Reuters, pound sterling mampu naik ke level tertinggi tiga setengah tahun terhadap euro dan tertinggi dalam lebih dari setahun terhadap dolar AS setelah jajak pendapat menunjukkan kemenangan bagi Partai Konservatif, yang akan membantu memastikan jalan keluar Inggris dari Uni Eropa . Terhadap euro, pound sterling sekitar 2%, sedangkan versus greenback melonjak 2,2% menjadi 1,3474, posisi tertinggi sejak Mei 2018.

“Kami telah melihat reaksi yang positif terhadap pound sterling,” kata kepala strategi di CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Kami juga melihat kenaikan dalam stok berjangka sebagai reaksi terhadap dua berita yang sangat penting bagi . Ini harus mendukung pertumbuhan global. Yuan China juga bisa naik lebih tinggi, tetapi itu tergantung pada seberapa banyak kekuatan dolar AS yang kita dapatkan.”

Loading...