Trump Tunda Paket Stimulus, Rupiah Tetap Berakhir Menguat

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

JAKARTA – Sempat limbung, ternyata mampu mengakhiri Rabu (7/10) sore di area hijau, meski , , dikabarkan memutuskan untuk membatalkan pembicaraan stimulus bantuan -19 dengan Partai Demokrat. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.710 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB tadi menetapkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.784 per dolar AS, melemah 0,49% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.712 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia ditundukkan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,32% dialami baht Thailand.

Menurut analisis CNBC Indonesia, pelemahan mata uang Benua Kuning salah satunya disebabkan mandeknya pembahasan stimulus bantuan corona, yang membuat prospek pemulihan ekonomi AS menjadi penuh tanda tanya. Saat pemulihan Negeri Paman Sam samar-samar, membuat banyak investor memilih aset yang lebih aman, salah satunya mengoleksi dolar AS.

Dari pasar , indeks dolar AS memang terpantau mempertahankan keuntungan terhadap sebagian besar mata uang, setelah Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, membatalkan pembicaraan stimulus ekonomi dengan Partai Demokrat secara tiba-tiba, meningkatkan penghindaran risiko. Mata uang Paman Sam menguat 0,164 poin atau 0,18% ke level 93,850 pada pukul 10.50 WIB, sebelum berbalik turun tipis 0,019 poin atau 0,02% pada pukul 14.49 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pasar baru saja mendapatkan kembali perasaan tenang setelah Trump kembali ke Gedung Putih dari rumah sakit untuk menerima perawatan untuk . Namun, keputusan mengejutkan Trump untuk membatalkan pembicaraan stimulus sampai setelah pemilihan presiden mendatang meningkatkan risiko penurunan untuk ekonomi AS yang sudah goyah, yang kemungkinan akan mendukung aliran ke greenback.

Trump, yang masih dirawat karena COVID-19, pada hari Selasa (6/10) kemarin memutuskan pembicaraan dengan Demokrat tentang paket bantuan meskipun kasus virus masih meningkat, yang menimbulkan ancaman serius terhadap prospek ekonomi. Menyoroti bahayanya, Gubernur The Fed, Jerome Powell, memperingatkan bahwa ekonomi AS dapat turun jika wabah tidak dikendalikan secara efektif, sembari meminta lebih banyak bantuan ekonomi.

“Risiko melakukan stimulus berlebih saat ini lebih kecil. Stimulus yang besar tidak akan terbuang percuma,” tandas Powell dalam acara National Association for Business Economics (NABE). “Pemulihan ekonomi akan lebih kuat dan cepat apabila kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan menyediakan dukungan sampai kita keluar dari ‘rimba belantara’ ini.”

Loading...