Administrasi Trump Setuju Perusahaan AS ‘Curi’ Minyak Suriah

Tambang Minyak - www.fool.comTambang Minyak - www.fool.com

SURIAH – terbaru menyebutkan bahwa sebuah perjanjian rahasia telah dicapai antara minyak AS, Delta Crescent Energy, dengan Syrian Democratic Forces (SDF) di Suriah timur laut untuk mengembangkan dan mengekspor minyak di tersebut. Kesepakatan ini seolah ‘menelanjangi’ apa yang sempat diklaim oleh AS, Donald Trump, beberapa bulan lalu.

Dilansir TRT World, Trump sempat berujar bahwa pasukan AS hadir di Suriah bukan ‘hanya untuk minyak’ dan bersumpah bahwa mereka hanya akan ‘mengamankan minyak’. Namun, pakta terbaru, yang kabarnya juga telah disetujui pemerintah AS, seolah membuka Negeri Paman Sam di tersebut. AS sendiri diketahui mendukung milisi SDF di Suriah yang didominasi oleh PYD/YPG, cabang Suriah PKK, sebuah kelompok yang diakui oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, sebagai organisasi .

Sementara itu, Delta Crescent Energy adalah sebuah perusahaan yang dipimpin oleh mantan pejabat pemerintah AS. Ini termasuk James Reese, seorang mantan perwira elit Angkatan Darat Delta; mantan duta besar AS untuk Denmark, James Cainand; dan John P. Dorrier Jr, seorang mantan eksekutif di GulfSands Petroleum, sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris yang sebelumnya bekerja di Suriah timur laut.

Kesepakatan ini juga memaparkan bagaimana, di bawah pemerintahan Trump, AS telah mengaburkan batas antara sektor swasta dan publik, menimbulkan pertanyaan tentang etika dan transaksi bisnis. Selama sidang komite di Washington, Senator Republik, Lindsey Graham, bertanya kepada Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, apakah administrasi Trump mendukung perjanjian atau tidak. Ia menjawab ‘ya’, sambil menerangkan bahwa kesepakatan itu memakan waktu sedikit lebih lama dan sekarang dalam implementasi.

Perjanjian minyak tersebut telah dikutuk oleh rezim Bashar Al-Assad yang tidak mengakui pendudukan AS di timur laut Suriah, atau legitimasi proksi lokalnya, SDF. Kementerian luar negeri Suriah menyebut perjanjian itu ilegal dan itu bertujuan untuk ‘mencuri’ minyak mentah Suriah. “Pemerintah Damaskus mengutuk perjanjian yang ditandatangani antara milisi al-Qasd (SDF) dan sebuah perusahaan minyak AS untuk mencuri minyak Suriah di bawah dukungan pemerintah AS,” bunyi pernyataan Suriah.

Tidak hanya Suriah, Turki pun tidak mengakui kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan minyak yang berbasis di AS. Kementerian Luar Negeri Turki pada Senin (3/8) kemarin mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan dukungan AS terhadap langkah ini, mengabaikan hukum internasional, melanggar integritas wilayah, persatuan dan kedaulatan Suriah, serta dipertimbangkan dalam ruang lingkup pendanaan terorisme. “Tindakan ini, yang tidak dapat dibenarkan dengan motif yang sah, sama sekali tidak dapat diterima,” tandas kementerian itu.

Kesepakatan minyak ini datang di tengah latar belakang pertemuan antara delegasi AS dan kepemimpinan PKK di Pegunungan Qandil di Irak Utara, salah satu benteng kelompok teror. Menurut laporan, delegasi meminta pimpinan PKK untuk mundur dari Suriah timur laut, serta pembiayaan dan dukungannya terhadap SDF. Sebagai imbalan, AS akan mengambil alih sebagai sponsor utama milisi.

AS sendiri sudah dikenal memiliki hubungan dekat dengan pemimpin SDF, Mazloum Kobani, yang juga anggota PKK. Sebaliknya, Kobani, yang bernama asli Ferhat Abdi Sahin, adalah salah satu teroris paling dicari di Turki. Dukungan AS untuk YPG di Suriah ini telah menjadi salah satu batu sandungan dalam hubungan bilateral antara kedua sekutu NATO.

Loading...