Trump Segera Pangkas Pajak, Rupiah K.O. di Akhir Pekan

Optimisme akan pemangkasan yang dilakukan pemerintahan membuat pergerakan indeks dolar AS begitu perkasa di pasar Asia sehingga menggerus laju . Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan akhir pekan (10/2) ini dengan pelemahan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.312 per dolar AS.

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan dibuka anjlok 30 poin atau 0,23% ke posisi Rp13.325 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.310 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.33 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai 21 poin atau 0,16% ke Rp13.316 per dolar AS.

Sejak pagi hari, laju the greenback memang terus menguat menyentuh level 100,68 atau naik 0,03% pada pukul 09.48 WIB imbas optimisme akan pemangkasan pajak yang dilakukan pemerintahan Donald Trump. “Dolar AS menguat dan pemerintah AS melemah, karena optimisme akan pemangkasan pajak yang dilakukan pemerintahan Donald Trump,” ujar Analis Waterfront Securities Indonesia, Octvianus Marbun.

Seperti diketahui, Trump berjanji melakukan pemangkasan pajak untuk memperbaiki iklim di AS. Pajak yang akan dipangkas di antaranya pajak perusahaan, yang akan disubstitusi penurunannya dari kenaikan pajak barang . Kebijakan pemangkasan pajak ini akan keluar 2 atau 3 minggu ke depan. “Trump hanya ingin agar iklim pajak menjadi insentif bagi perusahaan untuk datang ke negara ini,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.318 per dolar AS, turun 10 poin atau 0,07% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.308 per dolar AS. Di saat yang sama, mata uang Asia tertekan penguatan dolar AS dengan pelemahan terdalam dialami yen sebesar 0,4%, disusul won Korea Selatan sebesar 0,38%, dan ringgit yang merosot 0,14%.

Loading...