Jelang Lengser, Donald Trump Larang 8 Aplikasi China Termasuk WeChat

Aplikasi WeChat - voi.idAplikasi WeChat - voi.id

PALO ALTO – Donald Trump terus menindak China sebelum lengser sebagai . Paling baru, ia mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan delapan aplikasi China, termasuk Alipay (aplikasi yang berafiliasi dengan Alibaba) dan WeChat Pay milik Tencent, dengan menggambarkan perusahaan tersebut sebagai ‘ancaman keamanan ’. Perintah itu memberi kewenangan kepada Kementerian AS selama 45 hari untuk bertindak.

“Laju dan luasnya penyebaran aplikasi seluler dan desktop tertentu yang terhubung, dan perangkat lunak lain yang terhubung di AS, yang dikembangkan atau dikendalikan oleh orang-orang di Republik Rakyat Cina, termasuk Hong Kong dan Macau (China), terus mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan AS,” kata Trump, dilansir dari Nikkei. “Saat ini, tindakan harus diambil untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh aplikasi perangkat lunak yang terhubung ke China ini.”

Perintah eksekutif ini akan melarang transaksi apa pun antara individu atau perusahaan yang berbasis di AS dengan delapan aplikasi China, termasuk Alipay dan WeChat Pay, dua aplikasi pembayaran paling di Negeri Tirai Bambu. Perintah tersebut juga melarang transaksi yang berbasis di AS dengan aplikasi perpesanan QQ milik Tencent dan aplikasi pembayaran QQ Walley, aplikasi pemindai gambar CamScanner, alat transfer file SHAREit, aplikasi kamera VMate, dan WPS Office.

Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross, dalam sebuah pernyataan pada Selasa (5/1), mendukung komitmen Trump untuk melindungi privasi dan keamanan orang AS dari ancaman yang ditimbulkan Partai Komunis China. Sementara, penasihat keamanan nasional AS, Robert C. O’Brien, menuturkan bahwa Pemerintah China mengharuskan semua perusahaan komersial, besar dan kecil, mendukung tujuan politik Partai Komunis China seperti yang ditunjukkan oleh regulator China baru-baru ini.

Perintah tersebut kemungkinan akan memaksa aplikasi AS, termasuk Google dan Apple, untuk menghapus Alipay dan aplikasi lainnya. Tidak jelas apakah menggunakan atau mengunduh aplikasi akan dilarang di AS setelah 45 hari. Meskipun Alipay dan WeChat banyak digunakan di China daratan, mereka tidak memiliki basis pengguna yang luas di Negeri Paman Sam. Kedua aplikasi tersebut memerlukan ID China yang valid dan rekening bank daratan untuk mendaftar.

Menurut pengajuan IPO oleh Ant Financial, afiliasi Alibaba Group yang mengoperasikan Alipay, 95,6 persen dari pendapatan mereka dihasilkan dari China daratan, sedangkan luar negeri menghasilkan sekitar 4,4 persen dari total pendapatannya. Meski demikian, saham Alibaba merosot 2 persen dalam perdagangan kemarin setelah muncul perintah tersebut.

Selain larangan dari AS, Alipay dan perusahaan induknya, Alibaba Group Holding, juga menghadapi hambatan regulasi di dalam negeri. Bulan lalu, otoritas China meluncurkan penyelidikan antimonopoli terhadap Alibaba Group Holding dan memanggil eksekutif di afiliasi keuangan Ant Group, sebagai tanda bahwa Beijing meningkatkan tindakan kerasnya terhadap kepentingan bisnis Jack Ma dan kekuatan raksasa teknologi negara itu.

Trump memang telah memperketat tindakan keras terhadap China dalam beberapa bulan terakhir masa kepresidenannya, termasuk memperkenalkan sejumlah perintah untuk membatasi perdagangan dan investasi AS di perusahaan yang dikatakan terkait dengan militer China. Tindakan keras ini hampir memaksa tiga besar operator telekomunikasi milik negara China untuk keluar dari Bursa Efek New York.

Ini juga bukan pertama kalinya pemerintahan Trump menargetkan aplikasi China. Ia sudah mengeluarkan dua perintah eksekutif pada Agustus 2020 untuk melarang aplikasi TikTok dan aplikasi WeChat, juga mengutip risiko keamanan nasional. Kedua perintah tersebut telah diblokir oleh pengadilan federal setelah mereka menghadapi serangkaian tuntutan hukum yang diajukan oleh pengguna aplikasi dan perusahaan itu sendiri.

Loading...