Trump Ingin Buka Lockdown, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - www.detikepri.comRupiah - www.detikepri.com

JAKARTA – Rupiah mampu merangsek ke zona hijau pada perdagangan Rabu (15/4) sore ketika rencana pembukaan lockdown di AS membuat greenback cenderung tertekan dan berusaha keras mengembalikan kerugian. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat 70 poin atau 0,45% ke level Rp15.575 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan atau referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp15.707 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,1% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.722 per dolar AS. Di saat bersamaan, mata uang terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,08% menghampiri yuan China.

Dari pasar , indeks dolar AS berjuang mengembalikan kerugian pada hari Rabu, menyusul rencana Presiden AS, Donald Trump, yang akan membuka kembali pembatasan sosial pada awal Mei mendatang. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,398 poin atau 0,4% ke level 99,250 pada pukul 14.51 WIB, masih dekat posisi terendah dalam satu bulan.

Seperti diberitakan Reuters, Trump pada hari Selasa (14/4) mengatakan bahwa dia hampir menyelesaikan rencana untuk mengakhiri penutupan akibat virus corona dan akan berbicara dengan gubernur dari semua 50 negara bagian untuk mengizinkan mereka membuka kembali ekonomi pada waktu yang tepat. Sebelumnya, pembukaan lockdown ini akan dilakukan setelah Paskah, namun urung karena kasus COVID-19 meningkat tajam.

Di sisi lain, yuan tetap stabil setelah People’s Bank of China memangkas suku bunga pendanaan jangka menengah untuk lembaga keuangan ke rekor terendah. Langkah ini diperkirakan akan menyebabkan penurunan suku bunga acuan pekan depan karena bank sentral mencoba untuk mengimbangi ekonomi akibat pandemi.

“Ada banyak uang dari , yang merupakan latar belakang pergerakan pasar,” kata kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Trump telah menjelaskan bahwa dia ingin mencabut batasan, dan inilah yang ingin didengar pasar, tetapi kita sama sekali belum jelas mengenai virus ini.”

Loading...