Tron, Angkot Online Mulai Masuk Indonesia

Via Transportation - www.cte.tvVia Transportation - www.cte.tv

Layanan asal AS, Via Transportation, beroperasi di Indonesia, tepatnya di Bekasi, dengan menawarkan pemesanan angkot minibus berbasis online. yang berbasis di New York tersebut agaknya sedang mencari peluang di Asia Tenggara yang sedang dan semakin tumbuh.

Dilansir Nikkei, Via berfokus pada minibus, daripada sepeda motor, karena persaingan sudah sangat ketat. Dengan mitra lokal, perusahaan memulai layanan yang disebut Tron dengan armada 150 kendaraan. Dengan Tron, pelanggan dapat menggunakan untuk memberi tahu pengemudi di mana mereka berada dan ke mana mereka ingin pergi. Layanan lalu mengirim van, menjemput orang-orang yang pergi ke arah yang sama, memungkinkan mereka untuk berbagi tumpangan.

“Kami senang dengan sejumlah peluang yang kami lihat untuk membantu menyelesaikan masalah mobilitas di seluruh Asia, dan berharap untuk meningkatkan kualitas hidup bagi banyak penghuninya,” kata wakil presiden senior Via untuk ekspansi, Chris Snyder. “Perusahaan berencana untuk memulai layanan serupa di tempat lain di Asia.”

Kemacetan lalu lintas sendiri telah menjangkiti banyak kota di Asia Tenggara, dengan Jakarta di antara kemacetan yang terburuk. Kemacetan lalu lintas diperkirakan menelan biaya ekonomi Indonesia sebesar 4,5 miliar AS per tahun. Jalan-jalan yang macet di ibukota merusak kualitas udara kota, membuat pengenalan bentuk transportasi yang lebih bersih menjadi penting.

“Pasar transportasi ASEAN berubah dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan warganya, dan kami melihat wahana bersama berdasarkan permintaan sebagai solusi terbaik untuk membantu meningkatkan mobilitas, sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas dan emisi karbon,” sambung Snyder. “Sistem operasi antar-jemput Via adalah rekayasa ulang publik, dari sistem yang diatur pada rute dan jadwal yang kaku ke jaringan yang sepenuhnya dinamis dan sesuai permintaan.”

Diluncurkan di New York pada 2013, dan kemudian berkembang ke London dan Berlin, Via bekerja sama dengan produsen mobil Jerman, Daimler, sebagai salah satu investor. Layanan ini mengkhususkan diri dalam mengembangkan sistem panggilan jemputan untuk daerah perkotaan. Perusahaan telah menyediakan lebih dari 50 juta saham perjalanan dan menarik sekitar 2 juta pengguna terdaftar secara .

Loading...