Triwulan Pertama, Laba Telekomunikasi Melonjak, Pertambangan dan Bank Merugi

Kenaikan internet membuat pendapatan perusahaan telekomunikasi melonjak tinggi pada triwulan pertama 2016. Sebaliknya, anjloknya komoditas membuat keuntungan sektor perbankan dan pertambangan menurun.

Perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, , tercatat mengalami lonjakan laba bersih hingga 20% atau sekitar Rp4,58 triliun (347 juta dolar AS). Jumlah pelanggan seluler naik 9% menjadi 153 juta, dan pendapatan rata-rata yang didapatkan dari masing-masing pengguna naik 10% menjadi Rp43.000, salah satunya berkat peralihan pelanggan dari konektivitas 3G ke layanan 4G untuk komunikasi data yang lebih cepat.

Sementara itu, pesaing Telkom, XL Axiata, juga mencatatkan laba bersih Rp169 miliar setelah di tahun sebelumnya mengalami kerugian Rp758 miliar. Perusahaan mengatakan, pendapatan rata-rata per pelanggan tumbuh 39%, imbas dari kenaikan terhadap dolar AS.

Di sisi lain, , penjual terbesar untuk sektor otomotif (mobil) dan peralatan pertambangan, mengalami penurunan laba 22% menjadi Rp3,11 triliun. Laba divisi pertambangan dan peralatan berat juga anjlok 55%. “Memulihkan harga komoditas, kualitas kredit, dan permintaan mobil akan membutuhkan banyak waktu,” ujar Presiden Astra, Prijono Sugiarto.

Selain Astra, produsen semen terbesar, Semen Indonesia, juga melaporkan penurunan pendapatan dan keuntungan pada Jumat (29/4) lalu. Sementara, Unilever Indonesia melaporkan pendapatan mencapai 6%, atau turun 2% dibanding periode Januari hingga Maret 2015. Di sisi lain, sektor jasa keuangan, termasuk Standard Chartered, juga mengalami penurunan laba akibat kualitas kredit yang memburuk.

Menurut Kepala Penelitian Bahama Securities, Harry Su, pendapatan perusahaan secara keseluruhan akan melanjutkan pelemahan lebih lanjut pada bulan April hingga Juni, terutama di sektor perbankan. Namun, ia mengharapkan perekonomian bisa pulih pada semester kedua tahun ini.

Loading...