Tren Rupiah masih cenderung Melemah

Rupiah turun anjlokSempat mengalami minggu yang buruk, Rupiah (2/1) kembali dibuka melemah sebanyak 87 basis poin di posisi Rp 12.574 per . “Rupiah terus melemah sejak Singapura dan India menerapkan pelonggaran kebijakan moneter mereka masing-masing, yang mengakibatkan meningkatnya terhadap Dolar ,” kata Reza Priyambada, Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia.

Meskipun Federal Reserve Amerika Serikat belum menaikkan acuan, perbaikan ekonomi Amerika Serikat juga menyebabkan Dolar bercokol mendominasi pasar global. ” Sentimen terhadap Rupiah masih tetap sama. Kami berharap bahwa hasil pengukuran tingkat dan neraca yang akan diumumkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) hari ini dapat menciptakan sentimen positif terhadap mata uang domestik (Rupiah), “kata Reza.

Di kesempatan berbeda, Pakar Ekonomi Samuel Sekuritas, Rangga Cipta ikut menanggapi perihal fenomena merosotnya sejumlah besar mata uang di Asia dalam sesi pembukaan perdagangan pagi. Namun, Rangga tetap optimis bahwa Rupiah akan menguat pada penutupan perdagangan. Rangga menyebutkan bahwa faktor internal sudah mendukung penguatan posisi Rupiah seperti tingkat inflasi yang rendah di bulan Januari serta adanya surplus neraca perdagangan pada akhir Desember 2014 lalu meskipun sedikit.

Pakar Ekonomi PT BNI securities, Heru Irvansyah sempat mengemukakan pada minggu lalu, bahwa ada beberapa faktor yang mencegah Rupiah untuk menguat meskipun sudah meminimalisir inflasi dan ditambah dengan surplus neraca perdagangan tahun lalu. Faktor penghambat tersebut diantaranya adalah adanya lonjakan hutang luar negeri jangka pendek, tekanan global terutama untuk pasar Asia, dan laju inflasi yang dianggap masih cukup tinggi.

 

Loading...