Tren Positif Tertahan, Rupiah Melemah 3 Poin di Selasa Pagi

Rupiah - satelit.co.id

Penguatan terhadap diperkirakan mulai tertahan pada Selasa (10/4) ini. Seperti dipaparkan Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.764 per AS. Sebelumnya, spot ditutup menguat 17 poin atau 0,12% di posisi Rp13.761 per AS pada akhir Senin (9/4) kemarin.

“Masih banyak sentimen negatif yang bisa menjegal laju penguatan mata uang Garuda terhadap greenback,” ujar analis PT Monex Investindo Futures, Faisyal, seperti dikutip Kontan. “Pergerakan rupiah masih akan didominasi isu perang dagang antara AS dan . Kalau tidak memberikan balasan atas twitter , maka rupiah berpotensi menguat terbatas.”

Sebelumnya, Faisyal menambahkan, penguatan rupiah yang terjadi pada perdagangan kemarin karena merespons cuitan Donald Trump dalam akun media sosial Twitter. Pada Minggu (8/4) lalu, politikus Partai Republik tersebut menyebut China akan melonggarkan kebijakan perdagangan mereka ke Negeri Paman Sam.

Sementara, dari dalam negeri, katalis positif bisa datang dari data penjualan eceran yang dirilis pada Senin sore kemarin. Menurut survei bank sentral tersebut, ada peningkatan kinerja penjualan eceran pada bulan Februari 2018. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 1,5% year on year, meningkat dari minus 1,8% pada bulan sebelumnya.

Penjualan eceran diperkirakan terus meningkat pada bulan Maret 2018 dengan pertumbuhan IPR sebesar 1,7% secara year on year. Peningkatan penjualan masih didorong oleh pertumbuhan penjualan kelompok barang lainnya, terutama sub-kelompok komoditas sandang yang tumbuh hingga mencapai 11,5% secara year on year.

“Namun, data penjualan retail sepertinya tidak akan berpengaruh signifikan. Kalau hasilnya tidak menunjukkan kenaikan atau penurunan signifikan, itu tidak akan berdampak banyak,” timpal ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Sepertinya, yang akan berpengaruh (terhadap gerak rupiah) adalah rencana China untuk menerapkan devaluasi yuan.”

Loading...