Tren Negatif Usai, Rupiah Ditutup Menguat Jelang Putusan The Fed

mampu mengakhiri tren pelemahan tiga hari beruntun setelah ditutup menguat pada perdagangan Rabu (31/1) ini, menjelang keputusan rapat Federal Reserve. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, NKRI berhasil menyelesaikan dengan penguatan sebesar 48 poin atau 0,36% ke level Rp13.386 per AS.

Sebelumnya, rupiah harus berakhir melemah 68 poin atau 0,51% di posisi Rp13.434 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (30/1) kemarin. Namun, mata uang Garuda berbalik menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.423 per dolar AS ketika membuka pasar tadi pagi. Sepanjang transaksi hari ini, spot melaju mulus di zona hijau, sekaligus mengakhiri tren pelemahan tiga hari beruntun.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali bergerak lebih rendah terhadap sekeranjang saingan utama pada hari Rabu, karena hanya menunjukkan sedikit reaksi atas pidato Presiden Donald Trump di depan State of the Union Speech. Mata uang Paman Sam tersebut melemah 0,1% menuju level 89,062 pada pagi tadi, berada tipis di atas posisi terendah dalam tiga tahun di kisaran 88,43 yang terjadi pekan lalu.

Seperti dilaporkan Reuters, dalam pidatonya di depan Union, Trump meminta Kongres AS untuk mengeluarkan undang-undang guna memastikan pengeluaran setidaknya 1,5 triliun dolar AS untuk infrastruktur baru. Selain itu, Trump juga mendesak anggota parlemen untuk bekerja melawan kompromi bipartisan, tetapi tetap menyebutkan bahwa para imigran sebagai ancaman negara.

Saat ini, fokus pasar beralih ke hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan dirilis Rabu waktu setempat atau Kamis (1/2) pagi WIB dan laporan pekerjaan AS di hari Jumat, yang mencakup data gaji nonfarm dan pendapatan rata-rata per jam. The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan tingkat acuan mereka, namun menanti petunjuk mengenai prospek kenaikan pada tahun ini.

“The Fed mungkin tidak akan membuat perubahan besar tentang penilaian terhadap prospek ekonomi dan inflasi pada tahap ini,” kata ahli strategi investasi untuk LGT Bank di Singapura, Roy Teo. “Karena prediksi pelaku pasar tampaknya menguat mengenai kemungkinan tiga kenaikan suku bunga di tahun ini, kemungkinan juga akan kembali menerima sokongan.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di level Rp13.413 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.398 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia justru perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,41% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...