Tren Modifikasi Berkembang Pesat, Bisnis Variasi Motor Tawarkan Omzet Besar

Tiap pasti memiliki selera masing-masing terhadap suatu , tak terkecuali sepeda motor. Beberapa di antaranya bahkan ingin sepeda motor miliknya berbeda dengan motor umum lainnya yang beredar di pasaran. Karena itu, tren modifikasi motor pun pesat di Tanah Air, terutama di kota-kota besar.

Melihat fakta tersebut, bisnis modifikasi dan variasi motor tentunya menawarkan peluang usaha yang cukup luas bagi mereka yang ingin berwiraswasta. Pasalnya, selain modifikasi yang mulai marak, sepeda motor juga masih menjadi salah satu moda transportasi favorit bagi sebagian Indonesia. Bahkan, pengendara kendaraan roda dua di negeri ini terus dari tahun ke tahun.

“Pasar bisnis yang berkaitan dengan sepeda motor masih cukup besar,” jelas Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin, Amir Karamoy. “Bisnis variasi sepeda motor pun memiliki segmentasi yang sangat jelas.”

Salah seorang yang meraup untung dengan menjalankan bisnis variasi motor ini adalah Willy Dreeskandar. Awalnya, ia membuka bengkel sepeda motor bernama F-16 Motor di Karang Tengah, Tangerang, pada tahun 2008 silam. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan usaha, Willy lalu mengembangkan jasa bengkel modifikasi yang mengusung konsep butik motor sebagai fokus bisnis bernama F-16 Indonesia Workshop Association (FIWA).

“Keuntungan bengkel modifikasi bisa lebih besar dibandingkan bengkel servis biasa karena yang dijual untuk modifikasi lebih beragam,” papar Willy. “Rata-rata, saya mendapatkan omzet Rp40 juta per bulan dengan laba bersih sekitar 20 persen setelah dikurangi operasional.”

Sementara itu, pemilik bengkel Bima Sakti Motor, Yose Rizal, yang berlokasi di Pekalongan mengatakan, fairing motor model MotoGP masih mendapatkan tempat tersendiri bagi para pencinta variasi motor. “Fairing MotoGP ini tergantung dari model yang ditawarkan dan setiap model memiliki karakteristik tersendiri dengan harga rata-rata Rp1,5 jutaan, sudah termasuk pemasangan,” katanya.

Loading...