Transaksi Repo Antarbank Bulan Oktober Mencapai Rp 9,9 Triliun

Transaksi RepoFrom : //keuangan.kontan.co.id/

Indonesia (BI) melaporkan bahwa outstanding transaksi repurchase agreement (Repo) antar mengalami penurunan. Walau demikian, rata-rata harian transaksi repo telah menginjak angka Rp 1 triliun.

Kepala Departemen Pengembangan BI, Nanang Hendarsyah menuturkan jika penurunan terjadi lantaran likuiditas di pasar uang mengalami kelonggaran. Tetapi BI memperkirakan jika transaksi repo akan meningkat pada akhir tahun.

“Oktober ini agak menurun karena likuiditas kembali melimpah di pasar. Biasanya ini musiman dan nanti Desember akan naik lagi, untuk kebutuhan pinjam meminjam. Dan harus di perhatian volume transaksi repo tak akan terus naik,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

“Volume transaksi Repo saat ini rata-rata Rp 1 triliun per hari, tapi pernah mencapai Rp 4 triliun, jadi memang sangat tergantung kondisi likuiditas pasar. Pernah mencapai Rp 4,6 triliun per hari pada Januari ,” tuturnya.

Meski demikian, Nanang mengatakan jika penerbitan Peraturan BI (PBI) tak akan meningkatkan transaksi repo secara langsung. Terutama karena perbankan di Indonesia mempunyai segmentasi masing-masing.

“Kita ada 106 bank dan sangat tersegmentasi, sehingga aliran likuiditas belum berjalan otomatis. Dengan adanya repo ini, karena berbasis agunan, jadi ada rasa lebih aman maka aliran likuiditas akan lebih aman dan credit line dibanding dengan pasar uang yang tidak berbasis agunan,” papar Nanang.

Sementara itu, hingga kini outstanding repo tercatat mencapai Rp 9,9 triliun, mengalami peningkatan signifikan dari bulan Januari 2016 sebesar Rp 4,6 triliun. Transaksi repo sendiri adalah transaksi pinjam meminjam likuiditas antarbank memakai jaminan atau agunan.

Loading...