Transaksi Masih Sepi, Rupiah Melemah di Akhir Senin

Senin sore rupiah terpantau melemah 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.078 per dolar ASSenin sore rupiah terpantau melemah 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.078 per dolar AS - www.beritasatu.com

JAKARTA – harus terkapar di teritori merah pada perdagangan Senin (22/4) sore, ketika indeks AS cenderung bergerak stabil di tengah volume perdagangan yang masih sepi selepas libur panjang Paskah. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, Garuda terpantau melemah 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.078 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.056 per , terdepresiasi 40 poin atau 0,28% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.016 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,67% dialami peso Filipina dan rupee India.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya relatif bergerak labil pada hari Senin, di tengah volume perdagangan yang tipis setelah libur Paskah di akhir pekan yang lumayan panjang. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,007 poin atau 0,01% ke level 97,371 pada pukul 12.30 WIB, setelah sebelumnya sempat menguat 0,016 poin atau 0,02% ke posisi 97,394 pada pukul 10.49 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS telah mendapatkan dukungan dalam beberapa minggu terakhir dari kenaikan bertahap imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan ekonomi yang positif, termasuk penjualan ritel di bulan Maret 2019 yang lebih baik dari perkiraan. penjualan ritel AS bulan kemarin tumbuh 1,6%, lebih tinggi dari proyeksi yang sebesar 0,9%.

“Sebenarnya, lebih baik mengatakan bahwa euro lebih lemah daripada dolar AS yang kuat,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Para pedagang sebagian besar memperkirakan pelemahan ekonomi zona Eropa saat ini. Agak sulit untuk melihat pelemahan euro lebih jauh dari sini, jadi saya pikir akan sulit bagi dolar AS untuk menguat.”

Saat ini, fokus akan tertuju pada data penjualan rumah di AS pada bulan Maret 2019 yang akan dirilis hari ini waktu setempat. Pada bukan Februari kemarin, penjualan rumah di AS melonjak ke level tertinggi dalam 11 bulan karena pasar perumahan negara tersebut menunjukkan momentum baru menyusul jeda kenaikan The Fed.

Loading...