Top Up GoPay Lewat E-Channel Bank Dikenai Biaya Administrasi Rp1.000

Biaya, top up, topup, go pay, gopay, transaksi, driver, bank, e-channel, nasabah, pengguna, isi, ulang, saldo, BCA, Bank Permata, CIMB Niaga, BTN, Bank Mandiri, BNI, BRI, debet, administrasi, konsumen, fee, merchant, nominal, rekening, tabungan, limit, via, ATM, sistem, perbankanIlustrasi: tampilan saldo GoPay (sumber: id.techinasia.com)

Per April 2018 lalu, isi Go-Pay dikenakan sebesar Rp1.000 per . Biaya isi saldo ini hanya berlaku untuk pengguna yang isi ulang menggunakan electronic channel (e-channel) .

Sedikitnya ada tujuh bank yang akan memungut biaya transaksi isi ulang (top up) saldo Go-Pay. “Biaya jasa yang dikenakan Rp1.000 per transaksi,” dilansir Tempo. Ketujuh bank itu adalah Bank Central Asia (BCA), Bank Permata, CIMB Niaga, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Mengutip laman resmi Bank Mandiri, biaya administrasi tersebut hanya untuk topup GoPay pengguna saja, sedangkan untuk produk Top up atau isi ulang Go Pay lewat driver saat ini tidak dikenakan biaya administrasi. “Biaya administrasi ini sudah berlaku efektif di e-channel Bank Mandiri terhitung mulai tanggal 1 Mei 2018. Untuk transaksi Top Up GoPay Driver tidak dikenakan biaya administrasi,” tulis keterangan tersebut dikutip detikFinance.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, Bank Mandiri dan dalam hal ini Go-Pay sebagai merchant sudah menjalin hubungan cukup lama. Akan tetapi, keputusan untuk menerapkan biaya top up saldo Go-Pay berasal dari pihak sendiri. Menurut dia, Bank Mandiri sendiri memang mengenakan biaya untuk transaksi dengan merchant-merchant lainnya. “Dari sana () yang meminta, karena kalau kami mengenakan (biaya untuk transaksi dengan merchant) sudah lama,” ujar Rohan

Rohan mengatakan, pihak yang menentukan besaran biaya top-up saldo Go-Pay adalah Go-Jek pula. Adapun selama ini, hubungan Bank Mandiri dengan Go-Jek dan Go-Pay adalah sebagai bank dan merchant, sehingga pengenaan biaya transaksi atau merchant discount rate (MDR) lumrah dilakukan. “Saat ini fee (biaya) yang kami kenakan ke Go-Pay dibebankan, diteruskan ke konsumennya itu keputusannya di Go-Pay,” ucap Rohan.

Bank Mandiri menyatakan, dalam laman resminya, penetapan biaya administrasi top up Go-Pay guna mendukung sistem pembayaran di Indonesia. Selain itu dalam rangka peningkatan sistem, Go-Jek mengenakan biaya untuk transaksi top up saldo Go-Pay melalui . Hal tersebut untuk menjaga agar dan perbankan di Indonesia dapat menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna atau nasabah.

Adapun jumlah limit transaksi Top Up GoPay Customer, yakni: Limit transaksi via sebesar Rp5.000.000/hari untuk pengguna GoJek dengan status registered dan Rp1.000.000/hari untuk pengguna GoJek dengan status unregistered.

Sementara limit transaksi via e-channel sebesar Rp5.000.000/hari untuk pengguna GoJek dengan status registered dan Rp1.000.000/hari untuk pengguna GoJek dengan status unregistered.

Biaya administrasi sebesar Rp1.000 tersebut akan didebet dari rekening tabungan yang sama yang digunakan nasabah saat melakukan transaksi top up Go-Pay. Nasabah akan menerima nominal saldo Go-Pay utuh sesuai nominal yang diinput pada saat transaksi (tanpa dipotong biaya administrasi).

Loading...