Tolak Beri Visa Pengungsi Aleppo, Pengadilan Denda Menteri Imigrasi Belgia

Imigrasi Belgia, Theo Francken, tetap kukuh menolak memberikan visa kemanusiaan untuk di Aleppo, Suriah meski didenda 4.000 per hari. Pengadilan Belgia pada Rabu (2/11) kemarin telah memutuskan bahwa visa harus diberikan kepada dua orang dewasa dengan anak-anak usia 5 hingga 8 tahun yang datang dari salah satu paling “berbahaya” di Suriah tersebut.

Kantor Francken sendiri telah didatangi juru sita dari pengadilan guna menagih denda 1.000 euro per orang setiap hari untuk setiap visa yang tidak diberikan. Sejauh ini, sudah lebih dari 30.000 euro denda yang wajib dibayar Francken dan pihak pengadilan telah menyita -barangnya untuk melunasi denda tersebut.

“Kami telah bekerja siang dan malam untuk mengelola krisis ini dan berhasil,” kata Francken. “Jadi, saya tidak akan membiarkan keputusan ini keluar dari realitas yang mengakibatkan kekacauan. Saya akan terus menentang. Tidak ada dukungan (untuk keluarga Namur) di kalangan penduduk.”

Ditambahkan Francken, meski pengadilan telah memutuskan untuk mendukung para pencari suaka, namun ia bersikukuh bahwa yang lebih memiliki tanggung jawab membagikan visa. Francken sendiri merupakan anggota dari partai nasionalis N-VA Flemish, yang berusaha memisahkan diri dari Belgia.

Sementara itu, Olivier Stein, pengacara yang membantu keluarga Suriah, menuduh Francken sebagai seorang yang munafik. “Menteri Imigrasi tidak bisa menangis tentang yang tenggelam di Mediterania, kemudian memaksa orang untuk menempatkan hidup mereka dalam bahaya,” katanya kepada Associated Press.

“Ini adalah sebuah keluarga yang berada dalam kondisi bahaya karena terancam dibunuh,” sambungnya. “Ini adalah kasus yang sangat khusus dan kami telah menyediakan bukti untuk itu.”

PBB memperkirakan bahwa ada 275.000 orang yang terjebak di antara faksi-faksi yang bertikai di Aleppo, serta kehabisan makanan dan -obatan. Ironisnya, pertempuran terus memblokir segala upaya bantuan kemanusiaan.

Loading...