Tingkatkan Pelayanan Publik, Biaya Balik Nama Motor Kini Rp225 Ribu

Biaya Balik Nama Motor

JAKARTA – Per tanggal 6 Januari 2017 lalu, telah memberlakukan baru untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, termasuk pengurusan dan balik nama atau BPKB. Keputusan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ini diambil dengan tujuan untuk meningkatkan publik.

“Kenaikan kedua jenis layanan ini menjadi fungsi Kepolisian RI yang sejak tahun 2010 lalu atau kurang lebih tujuh tahun lamanya tidak pernah melakukan penyesuaian tarif,” ujar , Sri Mulyani. “Jadi, saat ini Kepolisian RI memperbaiki servis ke masyarakat untuk pengurusan STNK dan lainnya.”

Dengan keputusan ini, masyarakat memang perlu merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, biaya pengurusan administrasi STNK dan Buku Kendaraan Bermotor (BPKB) naik 100 persen hingga 300 persen. Karena itu, tidak mengherankan jika sebelum ketentuan ini diberlakukan, masyarakat banyak yang berbondong-bondong untuk melakukan perpanjangan STNK atau melakukan balik nama kendaraan.

“Iya, ini saya mau mengurus balik nama sepeda anak saya, karena ini hari terakhir,” ujar warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan bernama Rizal, kala itu. “Mudah-mudahan saya bisa mendapat nomor antrean.”

Untuk diketahui, biaya balik nama sepeda motor berdasarkan ketentuan PP Nomor 26 tahun 2016 adalah sebesar Rp225.000. Angka ini melonjak hampir tiga kali lipat jika dibandingkan ketentuan peraturan sebelumnya yang sebesar Rp80 ribu. Sementara, biaya penerbitan STNK motor yang awalnya Rp50 ribu, kini melonjak menjadi Rp100 ribu.

“Menurut Ibu Menteri Keuangan, Indonesia hingga saat ini terhitung memiliki tarif paling murah dibandingkan negara-negara lainnya,” jelas Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Iwan Saktiadi. “Salah satu pertimbangan kenaikan tarif ini adalah pendukung material yang mahal, seperti buku BPKB yang memiliki material pengaman yang tidak bisa dicetak biasa.”

Loading...