Tiket Masuk Murah, Taman Bunga Matahari Megastar Jadi Spot Wisata Favorit di Malang

Taman Bunga Matahari Megastar - travelingyuk.comTaman Bunga Matahari Megastar - travelingyuk.com

di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Spot-spot wisata alam pun hingga kini masih menjadi destinasi yang cukup diminati oleh , tak terkecuali dengan bunga matahari. Setidaknya ada beberapa bunga matahari yang cukup populer di sejumlah daerah, misalnya saja bunga matahari di daerah Magelang-Jawa Tengah, kemudian bunga matahari di Yogyakarta, Boyolali, Kediri, Banyumas, hingga di pun juga ada.

Taman Bunga Matahari di Malang berlokasi di Jalan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Batu, Jawa Timur, tepatnya masih satu dengan Peternakan Kuda Megastar. tiket masuk Taman Bunga Matahari Megastar Malang cukup murah, hanya Rp 10 ribuan saja per orang. Sedangkan bagi wisatawan yang hendak menikmati momen dengan bunga matahari termasuk berfoto dengan kuda, diharuskan membayar Rp 15 ribuan per orang. Namun jika ingin berkuda, maka pengunjung masih akan ditarik lagi sebesar Rp 50 ribu untuk 3 kali putaran dengan didampingi petugas.

“Banyak sekali yang suka dengan taman bunga matahari. Sehingga kunjungannya itu bisa mencapai 50-100 orang setiap weekend,” kata Sugiono, penanggung jawab Megastar, seperti dilansir Malangtimes. “Awalnya bukan untuk spot swafoto, tapi sebagai pakan kuda. Tetapi saat wisatawan ke sini lihat bunga matahari banyak yang menjadikan spot swafoto,” sambung Sugiono.

Sugiono menceritakan bahwa Megastar sebenarnya adalah sebuah peternakan yang memang sengaja menanam bunga matahari yang diperuntukkan sebagai pakan kuda. Usia mekar bunga matahari sendiri hanya 3 bulan. Setelah bunga mulai layu, nantinya akan dipotong dan dimanfaatkan sebagai pakan kuda. Rata-rata kuda di Peternakan Megastar berasal dari Australia.

Ke depannya, di Taman Bunga Matahari Megastar Malang akan ditambah berbagai pendukung seperti area bermain alias playground untuk anak-anak, spot foto selfie, outbond, gazebo, hingga panahan. “Meskipun kita adalah tempat peternakan, tapi gak boleh kalah karena juga tempat wisata. Karena sekarang mengikuti tren, sehingga perlu sekali ada spot swafoto tambahan. Karena itu yang jadi daya tarik,” papar Sugiono.

Loading...