Tidak Stabil, Rupiah Kembali Ditutup Melemah 16 Poin ke Rp13.395/USD

www.jokowinomics.com

Setelah sempat perkasa pada perdagangan pagi, terhadap dolar AS berbalik melempem saat penutupan. Dikutip Index pada pukul 15.59 WIB, rupiah (16/2) ditutup terdepresiasi ke Rp13.395 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 16 poin atau 0,12 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.379 per dolar AS.

Pada pagi hari, nilai tukar rupiah sebenarnya dibuka terapresiasi 0,4 persen atau 54 poin ke Rp13.325 per dolar AS. Lalu, sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif ke Rp13.417 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.295 per dolar AS (terkuat).

Laporan senada juga dirilis Yahoo Finance. Pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp13.395 per dolar AS.

Menurut pengamat valas, Farial Anwar, rupiah bukanlah mata uang yang stabil karena mudah goyah ketika ada goncangan dari eksternal maupun internal. “Kekhawatiran yang masih mengintai pergerakan kurs rupiah adalah faktor perlambatan Cina dan sebagai mitra dagang utama ,” paparnya.

“Tekanan perekonomian ini menurunkan permintaan dan komoditas maupun produk buatan Indonesia,” sambung Farial. “Apalagi, Indonesia menjadi sasaran empuk serbuan produk asing di era pasar bebas , sehingga berpotensi melebihi . Ini artinya, pembelian dolar AS di dalam negeri lebih besar dibanding penjualannya, yang pada akhirnya menekan rupiah.”

Sementara dikatakan Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, indeks dolar AS mulai kembali mendapatkan momentum penguatan. Surplus neraca perdagangan pada Januari juga menandakan permintaan domestik yang belum begitu solid sehingga ini bisa menjadi faktor negatif untuk rupiah.

“Selain itu, penjualan dan motor pertumbuhan tahunannya juga dilaporkan memburuk,” jelas Rangga. “Fokus investor juga perlahan mulai beralih ke BI rate yang akan diumumkan Kamis sore, yang perkirakan kembali dipangkas 25 bps.”

Loading...