Tidak Masuk dalam HET, Harga Pupuk KCL Mahkota Rp10 Ribuan per Kg

Harga, pupuk, KCL, per, kg, subsidi, non, HET, 50, kilogram, manfaat, urea, npk, za, organik, sp 36, sak. kemasanIlustrasi: pupuk organik (tfi.org)

Pupuk KCL atau yang disebut dengan MOP (muriate of potash), adalah salah satu pupuk tunggal terlaris dengan konsentrasi unsur K2O tertinggi (60%).

Pemanfaatan pupuk KCL ini sudah sangat umum diterapkan dalam dunia pertanian, pasalnya produk ini dikenal baik berfungsi sebagai pemanis buah, dapat diaplikasikan terhadap berbagai jenis tanah, serta adanya klorida yang terkandung dalam KCL terbukti meningkatkan ketahanan atau resistensi terhadap penyakit.

Banyak petani yang memilih untuk menggunakan pupuk ini karena tanaman diklaim bisa menjadi lebih tegak serta kokoh karena KCL mampu memperkuat batang tanaman serta mensponsori perkembangan akar. Oleh sebab batang dan akar lebih kuat, pembentukan gula serta pati menjadi lebih baik sehingga buah menjadi lebih manis.

Namun penting untuk diketahui bahwa KCL sebenarnya juga dapat menyebabkan keracunan apabila ditambahkan pada tanah yang sudah memiliki kadar klorida tinggi. Umumnya pupuk ini diterapkan pada tanaman yang toleran terhadap klorida. Kandungan klorida dalam pupuk KCL tersebut dapat membantu meningkatkan hasil , yakni dengan meningkatkan resistensi penyakit pada tanaman.

Sementara itu, kandungan kalium dalam pupuk KCL juga tak kalah penting dalam beberapa aspek, misalnya dalam perkebunan kelapa sawit. Tingkat pertumbuhan kelapa sawit yang cukup tinggi, membuat haranya juga sangat besar. Kandungan kalium dalam pupuk KCL terlibat dalam banyak fungsi biokimia dan secara positif mempengaruhi manfaat tanah dan hasil pada berbagai jenis tanah, yaitu ukuran tandan dan jumlah tandan.

Untuk harganya sendiri, karena bukan termasuk dalam jenis pupuk yang masuk dalam HET, maka pupuk KCL di masih tergolong lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis pupuk lainnya seperti Urea, SP 36, ZA, NPK, maupun Organik. pupuk KCL Mahkota/Canada non subsidi per kg berkisar Rp10 ribuan, sementara untuk kemasan 1 sak 50 kilogram dengan Rp300 ribuan.

Dalam pengertiannya, pupuk bersubsidi adalah pupuk yang diproduksi oleh pabrik pupuk yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. Pupuk bersubsidi dialokasikan ke seluruh petani melalui penyuluh dan Gapoktan tingkat desa. Mengacu pada peraturan Menteri Pertanian Nomor 69/Permentan/SR.310/12/2016, harga eceran tertinggi (HET) masih sama dengan tahun 2017 lalu.

Jenis pupuk Urea dihargai Rp1.800 per kilogram dan untuk kemasan 50 kg dijual Rp90.000, lalu pupuk SP 36 seharga Rp2000 per kg sedangkan untuk kemasan 50 kg dijual Rp100.000. Kemudian pupuk ZA Rp 1.400 per kg, adapun kemasan 50 Kg dijual seharga Rp70.000. Selanjutnya Pupuk NPK dijual dengan harga Rp2.300 per kg, untuk kemasan 50 kg dijual Rp 115.000. Terakhir pupuk Organik seharga Rp500 per kg.

“HET Pupuk memang masih sama dengan tahun lalu,” tutur Ahmad Witro, Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air Pertanian Dinas Pertanian Kaltim, dilansir melalui Bontang Post.

Menurutnya, setiap kios akan menjual pupuk sesuai HET. Namun lain halnya ketika petani meminta pupuk diantar ke lokasi (dari kecamatan ke desa). Biasanya kios mengenakan biaya tambahan sebagai ongkos kirim. Besaran ongkos kirim sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Loading...