THR Mulai Dibagikan, Kurs Rupiah Rebound di Akhir Dagang

Rupiah - inapex.co.idRupiah - inapex.co.id

mampu bangkit ke area hijau pada akhir Rabu (6/6) ini, ditopang penurunan yang dialami serta pembagian THR ke PNS, Polri, TNI, dan karyawan swasta. Menurut Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda mengakhiri dengan penguatan sebesar 27 poin atau 0,19% ke level Rp13.853 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus ditutup melemah tipis 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.880 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (5/6) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka turun 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.885 per dolar AS. Setelah itu, spot mampu bangkit dan akhirnya berakhir di teritori positif.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.875 per dolar AS, menguat 12 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.887 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,23% menghampiri dolar Taiwan.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali ke area merah pada hari Rabu, imbas respon positif pasar dari keberlanjutan pertemuan antara Presiden AS, , dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,056 poin atau 0,06% ke level 93,820 pada pukul 11.08 WIB, setelah sebelumnya sudah ditutup terdepresiasi di posisi 93,876.

“Tadi malam, AS cukup bagus. Indeks PMI dan indeks ISM non-manufaktur hampir semua bagus. Tetapi, ini hanya berlangsung hingga pukul 11 malam, dan setelahnya indeks dolar AS kembali merah,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Salah satu faktor kembali turunnya greenback adalah respon positif pasar dari keberlanjutan pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.”

Di samping itu, Ibrahim menambahkan, strategi internal pemerintah untuk membagikan THR kepada PNS, Polri, dan TNI, ditambah pembagian THR di sektor swasta juga turut membantu penguatan rupiah. Momentum ini membuat peredaran mata uang dalam negeri semakin banyak, ditambah dengan inflasi bulan Ramadan yang cenderung mengalami penurunan.

Loading...