The Fed Tak Kunjung beri Kepastian, Rupiah Enggan Menguat

Federal reserveKondisi pada penutupan (30/7) berada di posisi yang tak kunjung membaik. terombang ambing oleh ketidakpastian tentang kapan akan dinaikkannya . Menurut data dari Indeks Bloomberg, Rupiah bergerak statis hingga ditutup pada level Rp 13.458 per Dolar AS. Padahal di penutupan kemarin (29/7), Rupiah telah mendarat di level Rp 13.456 per Dolar AS. Berdasarkan kurs referensi JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) oleh (BI), Rupiah diketemukan 24 poin ke level Rp 13.468 per Dolar AS. Di hari sebelumnya, Rupiah ditutup pada posisi Rp13.444 per Dolar .

Keadaan berbeda tentunya terjadi pada Dolar AS yang justru mencapai level puncak penguatannya pada minggu ini. Dolar AS tercatat telah mengalami kenaikan hingga 3 sesi berturut-turut hingga hari ini (30/7). Indeks US Dollar naik 0,4% dari posisi penutupan sebelumnya menuju level 97,377. Terhadap , Dolar juga naik sebesar 0,2% ke posisi 124,2. Sinyal kabur dari terkait kenaikan suku bunga acuan membuat mayoritas dunia melemah terhadap Dolar AS, seperti halnya juga euro. Euro diketahui turun lebih dari 1% terhadap USD hingga tersangkut pada level 1,0950.

Analis dari Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai Rupiah masih akan berpotensi melemah akibat adanya tekanan jual. Ditambah lagi dengan makin terpuruknya Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG) yang membuat Rupiah kian terseok-seok.

Loading...