The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Melaju ke Level Rp 14.105/USD di Pembukaan

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 82,5 poin atau 0,58 persen ke level Rp 14.105 per AS di awal hari ini, Kamis (21/3). Kemarin, Rabu (20/3), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 45 poin atau 0,32 persen ke posisi Rp 14.188 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan The Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menurun drastis. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,6 persen menjadi 95,806, level terendah sejak 4 Februari, usai memutuskan untuk menahan acuannya dan para pembuat kebijakan mengabaikan proyeksi untuk kenaikan lebih lanjut tahun 2019 ini, lantaran pihak The Fed menandai perkiraan perlambatan ekonomi.

Komite Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund rate di angka 2,25 persen hingga 2,50 persen. “Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global dan tekanan inflasi yang diredam, Komite akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa mendatang pada kisaran target suku bunga Federal Fund yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini,” demikian bunyi pernyataan The Fed, seperti dilansir Antara.

The Fed juga memperkirakan untuk menaikkan pinjaman hanya sekali lagi sampai tahun 2021, dan tak lagi mengantisipasi perlunya menjaga inflasi dengan kebijakan moneter yang ketat. “Dolar berada di bawah tekanan terhadap sejumlah besar mata uang di seluruh dunia,” jelas Associate Manager Portfolio Manulife Asset Management, Chuck Tomes di Boston.

“Secara keseluruhan tampaknya The Fed mampu memperkuat pandangan dovish mereka karena tidak ada kenaikan suku bunga pada tahun ini dan hanya satu kenaikan suku bunga untuk tahun 2020. Itu lebih dovish daripada yang diperkirakan banyak orang di margin, meskipun pasar sedang mencari Fed dovish hari ini,” sambung Tomes.

Sementara itu, rupiah berhasil melanjutkan penguatannya lantaran sikap dovish The Fed. “Rupiah cenderung menguat karena selisih suku bunga dengan Amerika Serikat cukup besar. Ini membuat rupiah sebagai aset yang menarik,” ucap Fakhrul Fulvian, Ekonom Trimegah Sekuritas, seperti dilansir Kontan.

Loading...