The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Belum Mampu Bangkit dari Zona Merah

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

Jakarta dibuka 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp 13.955 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (3/5). Kemarin, Rabu (2/5) kurs rupiah ditutup anjlok 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 13.913 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.930 hingga Rp 14.020 per AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB dolar AS turun 0,15 persen menjadi 92,314 lantaran para pelaku pasar saat ini sedang mencerna pernyataan terbaru .

Pada Rabu (2/5), bank sentral Amerika Serikat atau memutuskan untuk mempertahankan acuannya usai mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari. Keputusan The Fed tersebut terbilang tidak mengejutkan dan telah diantisipasi oleh pasar sebelumnya.

Akan tetapi, setelah pertemuan pihak The Fed merilis pernyataan yang mengungkapkan kepercayaan The Fed terhadap angka inflasi Amerika Serikat dan menuturkan jika tingkat inflasi inti telah bergerak mendekati target bank sentral sebesar 2 persen. Menurut para analis, pernyataan terbaru The Fed tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih banyak tahun 2018 ini.

Dari dalam negeri, angka inflasi Indonesia bulan April 2018 yang hanya sebesar 0,1 persen juga turut mengakibatkan rupiah melemah. “Tapi peluang rupiah untuk rebound tetap ada jika The Fed tidak melakukan perubahan,” ujar Ekonom Bank Central (BCA) David Sumual, seperti dilansir Kontan.

Para pelaku pasar sendiri kini juga tengah mencermati data US ADP Non-Farm Employment Change yang diprediksi turun dari 241.000 menjadi 200.000. Jika hasilnya sesuai dengan perkiraan, maka hal tersebut diharapkan dapat memberikan sentimen negatif untuk dolar AS dan secara tidak langsung menopang posisi rupiah di pasar spot exchange.

Kemudian pada bulan Juni 2018 mendatang diperkirakan jika The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Hal itu pula yang kemungkinan akan menahan laju rupiah karena pernyataan tersebut memberikan bullish effect bagi dolar AS, demikian seperti dilansir Bisnis.

Loading...