The Fed Tahan Suku Bunga, Kurs Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp 14.645/USD

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

dibuka melemah sebesar 106 poin atau 0,73 persen di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (9/11) menjadi sebesar Rp 14.645 per dolar . Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (8/11), Garuda berakhir terapresiasi 51 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp 14.539 per USD.

Sementara itu, indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau rebound. Indeks dilaporkan berbalik di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB setelah bank sentral AS, Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya tetap stabil.

Pada Kamis (8/11), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan federal fund rate (FFR) usai Dewan Gubernur Federal Reserve System memberi keputusan dengan suara bulat, sesuai dengan ekspektasi pasar. mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di kisaran target 2,0 sampai 2,25 persen.

Menurut The Fed, pasar tenaga kerja terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan kegiatan dilaporkan meningkat pada tingkat yang kuat sejak pertemuan kebijakan terakhir pada September 2018 lalu, saat The Fed menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun ini.

The Fed diprediksi bakal kembali menaikkan suku bunga acuannya pada bulan Desember 2018 depan usai data pekerjaan resmi yang positif pada Jumat (2/11) mengisyaratkan ekonomi AS cukup kuat, serta membukukan pertumbuhan tajam pada sektor lapangan pekerjaan dan pendapatan rata-rata.

Rupiah sendiri hingga akhir perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya disebabkan oleh lemahnya indeks dolar AS pasca hasil pemilu jangka menengah. “Penguatan rupiah secara umum masih terdorong oleh pergerakan dolar AS sebagai faktor utama. Indeks dolar AS terkoreksi sehingga lawannya pasti akan menguat,” ujar Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono, seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, posisi dolar AS kini sudah mengalami overbought sedangkan rupiah oversold. Sementara itu, secara fundamental dari sisi domestik tak banyak berubah. Data ekonomi Indonesia menurutnya sejak awal masih dalam kondisi baik. Sedangkan The Fed masih stabil membawa nada hawkish, sehingga memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember. Untuk jangka pendek, hal ini dapat mendorong sentimen bullish untuk dolar AS.

Loading...