The Fed Tahan Suku Bunga, Gerak Rupiah Tertahan di Awal Dagang

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

Jakarta rupiah dibuka melemah 9 poin atau 0,06 persen ke level Rp 14.449 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (2/8). Sebelumnya, Rabu (1/8) Garuda berakhir terdepresiasi 26 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 14.440 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 14.433 hingga Rp 14.454 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,10 persen menjadi 94,556 usai memutuskan untuk menahan acuannya tidak berubah.

Pada Rabu (1/8), sepakat untuk mempertahankan kisaran target suku bunga acuan, federal funds rate (FFR) di angka 1,75 hingga 2,00 persen usai mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya. Bank sentral AS ini mencatat bahwa Amerika Serikat terus menguat dan kegiatan ekonomi sudah meningkat sejak pertemuan The Fed bulan Juni 2018 lalu.

Kemudian pada sektor ekonomi, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan hasil survei pada Rabu (1/8) bahwa aktivitas manufaktur Amerika Serikat tumbuh lebih lambat pada Juli 2018. Indeks manufaktur tercatat hanya mencapai angka 58,1 persen pada Juli 2018, lebih rendah dari peroleh Juni sebesar 60,2 persen dan gagal memenuhi prediksi pasar.

Pada hari ini, Kamis (2/8), mata uang rupiah diprediksi dapat bergerak stabil. Menurut Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, para pelaku pasar telah yakin jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada September dan Desember 2018 depan. Oleh sebab itu David yakin jika hari ini rupiah bisa bergerak stabil, dan jika ada pelemahan maka pelemahannya pun bersifat terbatas. “Pelemahannya bergantung pada pernyataan The Fed soal perkembangan ekonomi AS,” jelas David.

Para pelaku pasar sendiri tampaknya lebih mencermati agenda pertemuan Bank of England yang akan dilangsungkan pada hari ini waktu setempat. Jika BoE jadi menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini, maka rupiah kemungkinan akan kembali melemah. “Hasilnya bisa di luar dugaan karena sebelumnya pasar memprediksi suku bunga acuan baru akan dinaikkan oleh BoE pada September nanti,” tandas David.

Loading...