The Fed Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Lanjutkan Penguatan di Awal Dagang

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

Jakarta – Kurs mengawali pagi hari ini, Kamis (21/2) dengan penguatan sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 14.049 per . Sebelumnya, Rabu (20/2), Garuda berakhir terapresiasi 59 poin atau 0,42 persen ke level Rp 14.044 per USD.

Di sisi lain, indeks AS yang mengukur gerak the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks AS melemah lantaran para pelaku tetap optimis pada kemungkinan membaiknya lingkungan perdagangan global.

memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan Fed Fund Rate di angka 2,25 hingga 2,50 persen, demikian seperti dalam risalah pertemuan kebijakan The Fed pada 29-30 Januari 2019 yang dirilis pada Rabu (20/2). Pihak bank sentral berjanji akan bersabar saat menentukan penyesuaian suku bunga di masa depan terhadap kisaran target suku bunga, mengingat perkembangan dan keuangan global, serta tekanan inflasi yang lemah.

“Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan ‘sabar’ terhadap kebijakan moneter pada saat ini sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian dalam prospek,” demikian bunyi risalah, seperti dilansir Antara. The Fed menggambarkan pendekatan yang lebih sabar dan fleksibel sebagai cara untuk mengelola risiko-risiko sambil menilai informasi yang masuk terkait prospek ekonomi.

Sementara itu, gerak rupiah berhasil melaju ke zona hijau berkat perundingan dagang antara Amerika Serikat dengan . “Perundingan dagang antara AS dan berjalan positif, walau ada sejumlah poin yang belum disetujui,” kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menambahkan jika rupiah juga menguat karena aliran dana asing yang masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia masih cukup solid. “Inflow ke emerging market cukup besar saat dollar AS tertekan,” papar David.

Rupiah pun disebut-sebut berpeluang melanjutkan penguatannya lantaran masih minim rilis data ekonomi AS terbaru. Sentimen tambahan juga berasal dari hasil notulensi FOMC dan Rapat Dewan Gubernur (RDG BI). Pasar memperkirakan Fed akan bertindak cenderung dovish dan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Loading...