The Fed Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Menguat 32 Poin

Jakarta – Berdasar pantauan dari Index, mata uang mengawali , Kamis (22/9) dengan penguatan sebesar 0,24% atau 32 poin ke posisi Rp 13.105 per dolar AS. Hanya dalam hitungan detik, mata uang Garuda melanjutkan tren penguatan hingga 0,40% atau 52 poin ke Rp 13.085 per dolar AS.

Dolar Amerika usai mengumumkan akan mempertahankan acuan mereka dan menurunkan prospek jangka panjang. The Fed mempertahankan di level 0,5% pada FOMC meeting yang digelar pada 20-21 September 2016 lalu lantaran ingin menunggu lebih banyak yang menunjang kemajuan di AS.

“Dolar akan tertekan, bagi saya itu dovish,” ujar Win Thin, kepala bagian negara berkembang di Brown Brothers Harriman & Co.

Sementara itu transaksi rupiah pada pagi ini diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.078 hingga Rp 13.105 per dolar AS. Sedangkan euro di spot exchange pada pukul 08.00 WIB menguat 0,0007 (0,06 persen) ke posisi 1,1196 per dolar AS dibanding perdagangan sebelumnya. Poundsterling juga mengalami kenaikan 1,3038 pound sterling per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menuturkan jika gerak rupiah cenderung stabil meski mayoritas di Asia cenderung melemah dalam perdagangan kemarin. Perolehan uang tebusan pengampunan pajak (tax amnesty) yang tinggi masih mendorong penguatan rupiah. Ditambah pula dengan harapan terkait penurunan suka bunga BI 7 Day Repo Rate yang akan diumumkan pada hari ini.

Loading...