The Fed Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Menguat 25 Poin

Jakarta berhasil dibuka 25 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 13.313 per AS pada awal pagi hari ini, Kamis (27/7). Sebelumnya ditutup terdepresiasi 0,08 persen atau 11 poin ke level Rp 13.338 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.325 hingga Rp 13.343 per dolar AS.

Mata uang Garuda memanfaatkan peluang untuk rebound di tengah pelemahan the . Indeks dolar AS bergerak melemah 0,24 persen atau 0,226 menjadi 93,446 pukul 07.18 WIB usai dibuka 0,18 persen ke posisi 93,503. Dolar AS bergerak di zona merak usai dirilisnya hasil rapat .

Komite Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) memutuskan untuk mempertahankan tingkat dan kebijakan moneternya. sekaligus mengumumkan akan mulai mengurangi kepemilikan obligasinya ‘relatif segera’.

“Dalam pikiran kita, ‘relatif segera’ ini konsisten (dengan pengurangan kepemilikan obligasi pada September), tapi mungkin ada harapan akan adanya sinyal yang lebih jelas di bulan September. Mungkin pasar menerka-nerka apa yang akan terjadi di bulan September, tapi kami tidak. Kata ‘relatif segera’ dapat berujung pada beberapa interpretasi,” jelas Vassili Serebriakov, analis valas Credit Agricole, seperti dilansir Bisnis.

Meskipun pernyataan tersebut mengindikasikan langkah The Fed yang akan mulai memangkas neracanya pada pertemuan bulan September mendatang, minimnya faktor ‘kejutan’ rupanya telah mendorong indeks dolar AS jatuh ke level terendah 13 bulan.

“Ada banyak momentum aksi jual dolar secara umum. Begitu pernyataan the Fed muncul dan tidak ada alasan untuk membeli dolar, pasar mencoba mendorong kenaikan pada beberapa mata uang lainnya,” imbuh Serebriakov.

Indeks dolar AS dilaporkan telah mengalami penurunan sekitar 4 persen pada bulan Juni lalu, dan lebih dari 8,5 persen sepanjang tahun 2017 ini. Para analis mengatakan, bahwa saat dolar AS turun ke level tertentu akan memicu aksi yang lebih banyak dan menyebabkan kurs kian menurun.

Loading...