The Fed Pede Naikkan Suku Bunga, Rupiah Rontok di Akhir Dagang

Rilis meeting yang menyebutkan lebih percaya diri untuk menaikkan mereka pada Desember mendatang membuat dolar AS perkasa sekaligus menggerus nilai tukar rupiah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup sesi hari ini (24/11) di zona merah usai rontok 68 poin atau 0,50% ke level Rp13.558 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka 28 poin atau 0,21% ke posisi Rp13.518 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 38 poin atau 0,28% ke level Rp13.528 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.34 WIB, spot makin terbenam di teritori negatif setelah 65 poin atau 0,46% ke posisi Rp13.555 per dolar AS.

Selain rupiah, mayoritas mata uang ASEAN juga kompak memerah terhadap dolar AS. Dolar Singapura dan baht Thailand masing-masing turun 0,06%, ringgit Malaysia anjlok 0,32%, sedangkan peso Filipina melorot 0,13%.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, mengatakan bahwa rupiah memang berpeluang melanjutkan pelemahan. Pasalnya, indeks dolar AS naik cukup tajam usai hasil FOMC meeting menunjukkan mayoritas anggota The Fed yang lebih percaya diri terhadap kenaikan Fed Funds Rate (FFR) target dalam waktu dekat.

Indeks dolar AS ditutup menguat 0,65% ke level 101,7, sekaligus menembus catatan tertinggi sejak lebih dari 10 tahun, usai catatan FOMC yang dibuka Kamis dini hari makin menguatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan. “Karena itu, pelemahan di pada hari ini diperkirakan tidak dapat terhindarkan,” kata Rangga.

“Ketidakpastian tinggi, paling tidak hingga pertengahan Desember 2016, akan menjaga tekanan depresiasi rupiah,” sambung Rangga. “Meski begitu, tren penguatan mata uang domestik masih akan bertahan untuk jangka panjang.”

Hampir senada, Research & Analyst Esandar Arthamas Berjangka, Tonny Mariano, menilai bahwa di tengah ketidakpastian kondisi global, dolar AS memang menjadi pilihan sebagai mata uang aman. “Apalagi, ada rencana kenaikan suku bunga di Desember,” katanya.

Loading...