The Fed Longgarkan Kebijakan, Rupiah Unggul di Akhir Dagang

Meski telah memutuskan menaikkan acuan, namun hal tersebut tidak sontak membuat the greenback perkasa karena tersebut cenderung tidak akan mempercepat laju pengetatan berikutnya. Alhasil, menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda pun menutup hari ini (16/3) dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.347 per AS.

Tren rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan naik 48 poin atau 0,36% ke posisi Rp13.316 per . Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.340 per . Jelang penutupan atau pukul 15.15, spot masih nyaman di zona hijau setelah melonjak 30 poin atau 0,22% ke posisi Rp13.334 per .

Meski Federal Reserve telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan mereka, namun pergerakan dolar AS cenderung sepanjang hari ini karena Bank Sentral AS tersebut mengisyaratkan tidak akan mempercepat laju pengetatan berikutnya. Usai dibuka di zona merah, the greenback kembali terdepresiasi 0,160 poin atau 0,16% ke level 100,580 pada pukul 12.18 WIB.

Kamis pagi WIB, The Fed telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 0,75% hingga 1%. Namun, Bank Sentral AS tersebut menyatakan hanya akan melakukan kenaikan lanjut secara bertahap. Para pembuat kebijakan juga bertahan dengan pandangan mereka atas dua kenaikan lebih lanjut pada tahun ini dan tiga kenaikan pada tahun 2018 mendatang.

Di samping itu, The Fed juga menyatakan bahwa target inflasi simetris, yang mengindikasikan bahwa setelah satu dekade inflasi yang di bawah target, laju kenaikan yang lebih cepat dapat ditoleransi. “Minimnya petunjuk hawkish yang jelas dari The Fed dapat mendorong dolar AS diperdagangkan lemah dalam rentang satu bulan ke depan,” papar Analis Forex dari Westpac, Richard Franulovich.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.336 per dolar AS, menguat 39 poin atau 0,29% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.375 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat versus dolar AS, dengan penguatan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,96%, disusul rupee India yang melonjak 0,51%.

Loading...