The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Kembali Melemah di Pembukaan

Rupiah - poskotanews.comRupiah - poskotanews.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.921 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (27/9). Sebelumnya, di akhir perdagangan Rabu (26/9), Garuda ditutup terapresiasi 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp 14.911 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau menguat. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,05 persen menjadi 94,1791 usai menaikkan acuan untuk yang ketiga kalinya sepanjang tahun 2018 ini. dilaporkan mengerek suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin, yang merupakan langkah kedelapan sejak akhir 2015.

“Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi kerja dan , Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund (FFR) menjadi 2,00 persen hingga 2,25 persen,” demikian bunyi pernyataan The Fed, seperti dilansir iNews.

The Fed menyatakan bahwa pasar tenaga kerja Amerika Serikat terus mengalami penguatan, demikian pula kegiatan ekonomi yang meningkat pada tingkat yang kuat, dengan belanja rumah tangga dan investasi bisnis yang memiliki prospek tinggi. Dalam proyeksi ekonomi terbaru, The Fed memprediksi ekonomi AS bisa tumbuh 3,1 persen pada tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan 2,8 persen pada Juni.

Menurut para analis, pertumbuhan ekonomi yang solid dengan tingkat pengangguran yang menurun cenderung menjaga The Fed pada jalur stabil untuk menuju pengetatan kebijakan moneter demi mencegah ekonomi AS berada pada level overheating (terlalu panas).

“The Fed tidak lagi memperpanjang klaim kebijakan akomodatif. Perubahan ini mencerminkan kemungkinan suku bunga fed fund sedang mendekati netral, tetapi tentu saja FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) tidak diperkirakan akan berhenti pada netral,” ungkap Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Dari dalam negeri, Bank (BI) sendiri juga akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG). Selain sentimen The Fed, arah suku bunga acuan BI juga akan turut mempengaruhi gerak rupiah. Menurut prediksi pasar, BI kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan antara 25-50 basis poin (bps).

“Kendati bunga acuan BI dinaikkan, rupiah masih rentan. Sentimen efek perang dagang dari luar negeri, serta sentimen defisit neraca pembayaran Indonesia masih menghantui rupiah,” kata Ekonom Bank Permata Joshua Pardede, seperti dilansir Kontan.

Loading...