The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga, Rupiah Melaju ke Level Rp 14.229/USD

Rupiah - manado.tribunnews.comRupiah - manado.tribunnews.com

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Rabu (12/6), dengan penguatan sebesar 10 poin atau 0,09 persen ke level Rp 14.229 per . Sebelumnya, Selasa (11/6), Garuda berakhir terapresiasi 11,5 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp 14.238,5 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,08 persen menjadi 96,6842 lantaran para investor masih mencerna sejumlah Amerika Serikat yang dinilai kurang memuaskan.

Dilansir Antara, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa indeks produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik tipis sebesar 0,1 persen pada Mei 2019. permintaan akhir naik 0,2 persen pada April dan 0,6 persen pada Maret 2019. itu juga menyebutkan bahwa pada Mei 2019 kenaikan dalam harga permintaan akhir disebabkan oleh kenaikan 0,3 persen untuk indeks permintaan akhir jasa-jasa. Sebaliknya, harga untuk permintaan akhir barang-barang justru terpantau turun 0,2 persen.

Di sisi lain, Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan bahwa rupiah berhasil menguat di pasar spot lantaran sentimen kemungkinan Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 Juni 2019 mendatang.

Kemudian data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada pekan lalu juga dinilai kurang baik. Kondisi itu pula yang semakin meningkatkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan memotong suku bunga acuannya. Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan jika hari ini rupiah akan cenderung bergerak sideways.

“Karena kebutuhan dollar AS juga mulai naik untuk kebutuhan ekspor ,” beber David, seperti dilansir Kontan. Terlebih karena menurut David saat ini mata uang rupiah juga masih tertekan oleh sentimen perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China.

Loading...