The Fed ‘Bijak’ Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melonjak di Akhir Dagang

Sikap The Fed yang cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait kenaikan suku bunga (FFR target) membuat indeks AS tertekan sehingga mampu dimanfaatkan rupiah untuk bergerak nyaman di zona hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi hari ini (6/3) dengan 33 poin atau 0,25% ke Rp13.350 per dolar AS.

Rupiah sudah melaju positif di awal dagang dengan 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.366 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terapresiasi 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.363 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.15 WIB, spot masih nyaman di zona hijau setelah 32 poin atau 0,24% ke posisi Rp13.351 per dolar AS.

Sebelumnya, Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengemukakan bahwa rupiah hari ini memang cenderung menguat karena sentimen The Fed berangsur surut seiring sikap Bank Sentral AS tersebut yang sangat hati-hati dalam mengambil kenaikan suku bunga, terutama penilaian mereka terhadap data tenaga kerja AS. “Sikap prudent dari The Fed membuat dolar AS kembali merosot di pasar Asia,” ujar Reza.

Mengutip CNBC, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama melemah ke level 101,43 usai pekan lalu berada di posisi 102. “Selain itu, investor juga telah melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan the greenback pada minggu lalu,” sambung Reza.

Sementara itu, siang tadi Bank mematok tengah di posisi Rp13.364 per dolar AS, menguat 11 poin atau 0,08% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.375 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia perkasa versus dolar AS dengan kenaikan tertinggi dialami dolar Taiwan sebesar 0,21%, disusul dengan yang melonjak 0,18%.

Loading...