The Fed akan Naikkan Suku Bunga Acuan si Semester ke-2 2015

Janet Yellen - Federal ReservePosisi melemah ke level Rp 13.062 perDolar Amerika sebagai imbas dari perlambatan laju perekonomian . Menurut pantauana Indeks , Rupiah pada perdagangan non-delivery forward sore ini (5/5) anjlok sejauh 75 basis poin atau sebesar 0,58% ke level Rp 13.062 perDolar. Angka ini dari posiis di sesi penutupan sebelumnya yaitu Rp 12.987 perDolarnya. Rupiah hari ini hanya mampu bergerak di kisaran Rp 12.991 hingga Rp 13.066 perDolar Amerika Serikat. Jika dilihat dari rentang pergerakan Rupiah selama 52 minggu terakhir, Rupiah telah banyak dari level Rp 11.342 hingga yang terparah Rp 13.250 perDolarnya.

Menurut para pakar Analis keuangan di Singapura, Dolar memperkuat cengkramannya di pasar Asia seiring dihembuskannya angina segar terkait Federal Reserve yang berencana untuk menaikkan pada semester ke-2 tahun ini. Selain Asia, Euro dan juga tak bisa berkutik terhadap penguatan Dolar ini. Euro tercatat melemah ke posisi 1,1137 $ dari posisi sebelumnya $ 1,1146 pada sesi penutupan kemarin. Bernard Aw, Pakar strategi pasar IG Markets di Singapura, mengatakan bahwa Dolar mendapat dukungan dari momen menjelang kenaikan suku bunga oleh .

Meski hasil klaim mingguan untuk tunjangan asuransi pengangguran oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat jatuh ke level terendah dalam 15 tahun terakhir pada April lalu, hal ini tampaknya tak berakibat banyak pada Dolar.Dikatakan bahwa klaim pengangguran naik menjadi 34.000 dari minggu sebelumnya di angka 262.000. Level pengangguran ini merupakan yang terendah sejak bulan April 2000.

Loading...