Teruskan Tren Positif, Rupiah Dibuka Menguat 12 Poin

Kurs Rupiah - www.viva.co.idKurs Rupiah - www.viva.co.id

Laju di awal pekan terus berlanjut pada perdagangan Selasa (28/8) pagi ini. Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.608 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 29 poin atau 0,20% di posisi Rp14.620 per AS pada akhir Senin (27/8) kemarin.

“Rupiah kemarin bisa menguat di tengah koreksi yang dialami dolar AS usai pidato Gubernur , Jerome Powell, dalam simposium Jackson Hole, Jumat (24/8) malam lalu,” tutur ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Meski pernyataan Powell memang masih mengindikasikan adanya kenaikan suku bunga acuan secara bertahap, namun diperkirakan tidak terlalu agresif seperti yang duga sebelumnya.”

Josua melanjutkan, kekuatan mata uang NKRI juga ditopang kondisi pasar dan yang sumringah. Sayangnya, permintaan greenback di dalam negeri yang masih tinggi menahan kurs rupiah di atas level Rp14.600 per dolar AS hingga sekarang. “Untuk hari ini, tidak ada data domestik maupun eksternal yang signifikan memengaruhi pergerakan mata uang Garuda,” sambung Josua.

“Mungkin, pasar akan mencermati isu politik di Italia yang berpotensi melemahkan dolar AS, sehingga ikut menyeret rupiah,” tambah Josua. “Namun, jika dolar AS terkoreksi hingga hari ini, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan meski terbatas, dan akan bergerak di kisaran Rp14.550 hingga Rp14.650 per dolar AS.”

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, mengatakan bahwa penguatan rupiah kemarin didorong pernyataan Powell bahwa suku bunga acuan AS akan dinaikkan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai data ekonomi. Para pelaku pasar pun menilai pernyataan tersebut bersifat dovish sehingga dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.

“Sementara, dari dalam negeri, belum ada sentimen, baik berupa data ekonomi maupun peristiwa, yang memberi pengaruh terhadap pergerakan rupiah,” kata Putu. “Jika pelemahan dolar AS masih terjadi ketika sesi perdagangan di Negeri Paman Sam berlangsung, rupiah berpotensi menguat pada transaksi hari Selasa.”

Loading...