Tertopang Harga Komoditas, Rupiah Menguat 10 Poin di Pembukaan

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (22/2) dengan penguatan tipis sebesar 0,07 persen atau 10 poin ke level Rp 13.362 per AS. Rupiah terpantau rebound usai 4 hari berturut-turut mengalami pelemahan di spot exchange.

Kemarin, Selasa (21/2) Garuda berakhir 18 poin atau 0,13 persen di level Rp 13.372 per dolar AS usai bergerak pada rentang angka Rp 13.359 hingga Rp 13.377 per dolar AS. Dolar AS menjelang dirilisnya notulensi FOMC meeting pada Kamis dini hari nanti. Sejalan dengan hal itu, tadi malam indeks AS juga diumumkan turun.

Sedangkan Zona Euro saat ini masih diliputi dengan ketidakpastian geopolitik dan membuat posisi euro melemah drastis terhadap dolar AS. Sementara itu, rupiah yang sempat melemah tajam pada perdagangan Selasa kemarin kini beranjak bangkit.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan banyak ditopang oleh kenaikan . “ beberapa komoditas strategis yang mulai naik di awal minggu ini memberikan sedikit topangan terhadap rupiah,” ungkap Rangga Cipta.

Selain dipengaruhi oleh faktor global, pasar saat ini masih menanti angka inflasi Februari 2017 dan dinamika dalam negeri. Posisi rupiah kemungkinan akan terkoreksi pada hari ini lantaran permintaan dolar AS menjelang akhir bulan untuk membayar utang valas juga semakin besar.

“Belum lagi posisi euro sedang lemah akibat gejolak politik di Eropa, hal ini turut menguntungkan USD,” papar Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri.

Loading...