Tertekan Sepanjang Hari, Rupiah Bangkit Saat Penutupan

mampu bangkit dalam penutupan perdagangan (24/2), setelah sepanjang hari bergerak di teritori negatif. Index melaporkan, pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda ditutup di level Rp13.412 per dolar AS, menguat 16 poin atau 0,12 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.428 per dolar AS.

Pada pagi hari, rupiah dibuka 16 poin atau 0,12 persen ke Rp13.444 per dolar AS. Kemudian, rupiah kembali 15 poin atau 0,11 persen ke Rp13.443 per dolar AS saat sesi pertama perdagangan berakhir. Namun jelang penutupan pada pukul 15.08 WIB, rupiah berbalik bangkit dengan 5 poin atau 0,04 persen ke Rp13.423 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda juga dilaporkan . Pada pukul 16.31 WIB, rupiah menguat 25 poin atau 0,19 persen ke level Rp13.410 per dolar AS.

Penguatan dolar AS dan ketidakpastian soal rencana pemerintah menurunkan suku bunga memang menekan pergerakan rupiah di pasar spot. Namun, tersebut bukan fundamental sehingga peluang rupiah kembali ke zona hijau cukup besar.

“Pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor eksternal karena dolar AS yang menguat,” ujar Analis Teknikal Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi. “Namun, pelemahan itu tidak disebabkan faktor fundamental.”

Terapresiasinya nilai tukar rupiah juga dibarengi dengan penguatan indeks saham gabungan (IHSG). IHSG berhasil menghalau pelemahan bursa di Asia dengan ditutup menguat 0,08 persen atau 3,67 poin ke level 4.657,72.

Loading...