Tertekan Sentimen Negatif di Jepang & Eropa, Harga Bitcoin Turun ke Bawah Level $ 7.000

Bitcoin - themerkle.comBitcoin - themerkle.com

Bulan ini tampaknya menjadi bulan yang berat bagi . Sejak diperdagangkan di angka USD 13.412,44 pada 1 Januari 2018 lalu, bitcoin pada (30/3) telah anjlok 45 persen ke angka USD 7.266,07. Bahkan hari ini, Sabtu (31/3), berdasarkan Coindesk nilai bitcoin berada di angka USD 6.995,62 atau sekitar Rp 96 jutaan per 1 BTC dengan pangsa sebesar USD 119 miliar.

Penurunan harga kuartal ini merupakan penurunan kuartal pertama terbesar dalam sejarah Bitcoin. Penurunan terbesar sebelumnya hampir mencapai 38% pada kuartal pertama tahun 2014. Pada kuartal pertama 2013 bitcoin mencatatkan kenaikan harga terbesar hingga 599%. Bitcoin juga mengalami kenaikan harga yang besar tahun 2017 dan mencapai rekor tertinggi di atas USD 19.000 menjelang akhir tahun lalu.

Namun karena menghadapi pengawasan yang ketat tahun 2018 dan sejumlah sentimen lainnya, harga bitcoin saat ini terus menurun hingga ke bawah level USD 7.000. Kerugian terbaru disebabkan oleh meningkatnya regulasi cryptocurrency di Eropa dan Asia.

Di Jepang, 2 bursa virtual telah ditutup pekan ini di tengah meningkatnya pengawasan dari lembaga pengawas keuangan di Jepang. Platform Mr Exchange dan Tokyo Gateway gagal memperoleh lisensi dari Financial Services Agency Jepang. “Pengetatan peraturan di Jepang merupakan sentimen negatif yang besar,” ujar Stephen Innes, kepala Asia-Pasifik di Oanda, seperti dilansir CNN.

Padahal seperti yang diketahui, Jepang merupakan salah satu basis perdagangan terbesar dari bitcoin dan mata uang digital lainnya. Berdasarkan data CryptoCompare, hampir setengah dari perdagangan global terbaru dalam bitcoin dilakukan dalam yen Jepang.

Pemerintah Jepang memang telah secara resmi mengakui bitcoin sebagai bentuk mata uang tahun 2017 lalu dan memulai lisensi bursa pertukaran. Namun pemerintah mulai meningkatkan pengawasan pada industri kripto setelah sekitar USD 530 juta dalam mata uang digital dicuri dari bursa kripto pada Januari 2018 lalu.

Menurut Innes, aturan baru di Eropa yang membatasi jumlah uang yang dapat dipinjam oleh investor untuk perdagangan kripto juga membebani bitcoin. Belakangan ini mata uang virtual lain seperti Ethereum dan Ripple juga ikut anjlok. Bahkan beberapa seperti Facebook, Twitter, hingga situs pencarian Google juga telah memblokir iklan yang berkaitan dengan kripto.

Loading...