Tertekan Sentimen Global, Rupiah Melemah 2 Poin di Akhir Dagang

Jakarta – Rupiah masih tertekan oleh penguatan dolar AS. Garuda ditutup di akhir , Rabu (31/8), sebesar 0,02 persen atau 2 poin ke Rp 13.270 per dolar AS.

Berdasarkan data dari Index, sepanjang hari ini rupiah bergerak di zona merah dan diperdagangkan di kisaran Rp 13.235 – Rp 13.312 per dolar AS.

Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada mengungkapkan, usai pidato The Fed, Janet di Jakson Hole, Wyoming akhir pekan lalu terkait pertimbangan kenaikan suku bunga AS seolah memberi angin segar bagi para pelaku pasar. Nilai tukar dolar AS di spot exchange pun menguat terhadap mata uang domestik.

“Keadaan tersebut masih membebani laju mata uang rupiah di pasar valas domestik,” ujar Reza Priyambada di Jakarta.

Sentimen ini menurut Reza bisa memicu rupiah kembali ke posisi Rp 13.300 per dolar AS. Ia berharap agar dorongan dari dalam negeri seperti kebijakan pengampunan (tax amnesty) bisa tetap menjaga pergerakan nilai tukar rupiah.

Sedangkan Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan jika gerak penguatan dolar AS masih terbatas karena di akhir pekan ini akan segera dirilis data ketenagakerjaan non- Amerika Serikat.

“Sebagian pelaku pasar masih wait and see. Namun, jika data kerja AS itu meningkat, maka akan memperkuat pesan hawkish petinggi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya yang akhirnya dapat mendorong dolar AS kembali menguat,” tuturnya.

Tahun ini The Fed akan mengadakan 3 kali pertemuan lagi, yakni di bulan September, November, dan Desember mendatang.

Loading...