Tertekan FOMC Meeting dan Isu Brexit, Rupiah Berpeluang Kembali Melemah

diramal masih akan melanjutkan tren pelemahan pada Rabu (15/6) ini. Indeks dolar AS yang kembali jelang keputusan FOMC meeting serta turunnya minyak mentah bakal menjadi pengganjal laju mata uang Garuda.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah memang mengawali perdagangan dengan dibuka menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.388 per dolar AS. Namun, mata uang Garuda berbalik melemah tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.394 per dolar AS pada pukul 10.35 WIB. juga mematok kurs tengah di posisi Rp13.398 per dolar AS atau terdepresiasi 125 poin.

“Rupiah diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan hari ini di tengah kembalinya penguatan dolar AS serta turunnya harga minyak dunia,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, dorongan pelemahan diprediksi bersifat temporer. Rencana pemangkasan subsidi dolar AS dan yang terancam batal berpeluang mengoreksi ekspektasi inflasi tinggi ke depan.”

Sementara itu, Ekonom Bank Central , David Sumual, mengatakan bahwa isu Brexit dan pertemuan FOMC menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. “ akhirnya beralih ke aset yang lebih aman,” papar David.

Adapun menurut Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Albertus Christian, pergerakan rupiah menanti data neraca perdagangan yang dirilis hari ini dan hasil rapat Dewan . “Rupiah kemungkinan akan melemah dan bergerak pada rentang Rp13.300 hingga Rp13.420 per dolar AS,” ungkap Christian.

Loading...