Tertekan Faktor Global, Rupiah Dibuka Melemah Tipis 2 Poin

Jakarta – Mata uang mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (21/12) dengan pelemahan tipis 0,01 persen atau 2 poin ke level Rp 13.440 per dolar AS. Sedangkan sebelumnya, ditutup 0,37 persen atau 49 poin ke Rp 13.438 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan jika indeks dolar AS masih berjaya sampai dini hari tadi walaupun penguatannya cenderung tipis. Di samping itu imbal hasil US Treasury juga terpantau menguat walaupun sebelumnya sempat .

“Prospek rupiah dalam jangka pendek masih akan tertekan oleh situasi tetapi konsistensi kenaikan harga bisa menjaga tren penguatannya,” ujar Rangga Cipta.

Dolar AS menguat karena menurunnya nilai tukar usai Bank Sentral Jepang () menerapkan kebijakan yang tergolong cukup dovish meskipun lebih optimis terhadap prospek pertumbuhan ke depan. Sementara itu harga minyak mentah masih tinggi, sehingga ekspektasi inflasi global pun cenderung tinggi.

Research and Analyst Monex Investindo Futures, Faisyal mengungkapkan jika berbagai insiden di luar negeri seperti penabrakan truk di Jerman hingga penembakan duta besar Rusia di Turki mulai menimbulkan kekhawatiran para investor. Alhasil para pelaku pun mengalihkan dana mereka ke aset aman alias safe haven, termasuk dolar AS. “Kondisi ini memicu pelemahan rupiah,” kata Faisyal.

Sedangkan menurut Ekonom Bank Central David Sumual, pertumbuhan utang luar negeri Indonesia sampai akhir Oktober 6,7 persen atau lebih lambat dari September yang mencapai 7,8 persen. “Tapi serangan teror di Turki memang menimbulkan kekhawatiran pasar,” kata David.

Loading...