Tertekan Faktor Eksternal, Kurs Rupiah JISDOR Ditutup Terdepresiasi Rp13.835/USD

Laju kurs sepanjang hari ini (12/1) tidak menunjukkan sinyal-sinyal positif. Setelah dibuka pada pagi hari dan terus anjlok di siang hari, hari ini mata uang Garuda ditutup di level Rp13.910 per . Pantauan JISDOR menutup kurs rupiah di angka 13,835 per USD di sore hari ini.

Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, rupiah 48 poin atau 0,35 persen dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp13.862 per dolar AS. Pada pagi, rupiah dibuka di level Rp13.899 per dolar AS. Kemudian, rupiah bergerak fluktuatif di level Rp13.934 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.813 per dolar AS (terkuat).

Sementara dilaporkan pada pukul 15.59 WIB, rupiah berada di level Rp13.910 per dolar AS. Mata uang Garuda terkoreksi 75 poin atau 0,54 persen dari penutupan hari sebelumnya di level Rp13.835 per dolar AS.

Pelemahan laju mata uang rupiah sepanjang hari ini masih dipengaruhi faktor eksternal. “Berita buruk dari eksternal masih akan meminta pelemahan rupiah, meski fundamental domestik terus menunjukkan perbaikan dan mencegah pelemahan yang tajam,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Rangga menanambahkan, penurunan harga minyak serta komoditas lain juga mendongkrak nilai dolar AS. “Malam ini juga akan diumumkan data dan survei konsumen AS, yang diperkirakan membaik,” sambungnya.

Sementara Direktur Penelitian KENTA Institute, Eric Sugandi, mengatakan bahwa rupiah memang mudah goncang ketika ada pemicu gejolak eksternal. Menurutnya, uang asing terbanyak berada di saham dan pemerintah. Kepemilikan investor asing yang signifikan inilah yang membuat rupiah rentan terhadap .

“Selain kepemilikan asing, faktor lain adalah distribusi valuta asing yang tidak merata,” sambung Eric. “Selain itu, korporasi banyak yang tidak melakukan lindung nilai (hedging) secara penuh. Imbasnya, saat rupiah tertekan, mereka akan panik mencari dolar AS.”

Menurut Eric, pada akhir tahun 2016, rupiah diprediksi di kisaran Rp13.800 per dolar AS. “Namun melihat fundamental ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah seharusnya berada di kisaran Rp12.800-Rp13.200 per dolar AS,” tutupnya.

Sementara dari situs resmi Bank Indonesia, hari ini rupiah berada di kurs jual Rp13.904 per dolar AS. Adapun kurs beli berada di level Rp13.766 per dolar AS.

Loading...