Tertekan Aksi Jual, Bitcoin Belum Mampu Tembus Level Harga $ 7.500

Bitcoin - arstechnica.comBitcoin - arstechnica.com

Pada hari Jumat (3/8) kemarin harga (BTC) turun sekitar 2% dan gagal mencapai level support untuk tetap berada di atas 7.500 untuk pertama kalinya pada pekan ini. Alhasil bitcoin terlempar ke posisi 7.363, sekaligus menandai level terendah bitcoin sejak akhir Juli 2018, tepat setelah harga melonjak dari 6.100 dalam hitungan jam.

Harga bitcoin hari ini, Sabtu (4/8), terpantau naik 0,49% ke level USD 7.451,85 atau sekitar Rp 107,8 jutaan per 1 BTC setelah dibuka pada posisi USD 7.415,56. Sepanjang perdagangan hari ini, bitcoin telah bergerak pada kisaran angka USD 7.387,18 hingga USD 7.485,31 dengan pangsa sebesar USD 128 miliar.

Aksi jual baru-baru ini mungkin saja disebabkan oleh salah satu pemegang bitcoin besar. Pasalnya pada Jumat kemarin bursa pertukaran Hong Kong, OKEx merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka telah melikuidasi posisi besar (4,2 juta kontrak masing-masing senilai USD 100) yang diakumulasikan dalam pertukarannya.

“Posisi panjang yang sangat besar dalam kontrak berjangka BTC0928 terpaksa dicairkan pada 20:17:14 July 31, 2018 waktu Hong Kong. Karena banyaknya pesanan, manajemen risiko kami mungkin dipicu untuk mengaktifkan mekanisme manajemen risiko kerugian sosial,” demikian bunyi pernyataan OKEx, seperti dilansir Marketwatch.

Mekanisme manajemen risiko kerugian sosial berarti beberapa pengguna yang memegang laba akan terkena dampak berupa penyerahan beberapa keuntungan yang didapat untuk menutupi posisi mereka. Pihak OKEx sendiri telah menghubungi klien yang tak disebutkan namanya, namun saat mereka gagal merespons, OKEx pun langsung mengambil tindakan.

“Namun, klien menolak untuk bekerja sama, yang mengarah pada keputusan kami untuk membekukan akun klien untuk mencegah peningkatan posisi lebih lanjut. Tak lama setelah tindakan preemptif ini, sayangnya, harga BTC jatuh, menyebabkan likuidasi akun,” ujar OKEx.

Sentimen negatif lainnya berasal dari pernyataan raksasa perbankan Swiss, UBS yang mengatakan bahwa bitcoin tidak cocok untuk menjadi sistem pembayaran global. “Temuan kami menunjukkan bahwa bitcoin, dalam bentuknya saat ini, terlalu tidak stabil dan terbatas untuk menjadi pembayaran yang layak untuk global atau kelas aset utama,” demikian bunyi laporan dari . Menurut analis UBS, harga bitcoin perlu mencapai USD 213 ribu sebelum dapat menggantikan seluruh pasokan uang .

Loading...