Tertekan Aksi Jual Besar-Besaran, Harga Bitcoin & Ethereum Kompak Menurun

Hari ini, Minggu (21/10), bitcoin berhasil bangkit ke posisi USD 6.483,03 atau sekitar Rp 98,3 jutaan - www.ccn.com

Harga pada perdagangan kemarin, Sabtu (20/10) sempat anjlok di level 6.417 per 1 BTC. Namun hari ini, Minggu (21/10), bitcoin berhasil bangkit ke posisi 6.483,03 atau sekitar Rp 98,3 jutaan, naik tipis sebesar 0,43 persen setelah dibuka pada level 6.455,48. Sepanjang perdagangan hari ini BTC bergerak pada kisaran angka 6.450,67 hingga 6.501,95 dengan pangsa sebesar 112 miliar.

Sementara itu, juga sempat turun ke posisi USD 202 pada perdagangan kemarin. Akan tetapi hari ini kembali melonjak di level USD 207,38 atau sekitar Rp 3 jutaan, naik 0,94 persen setelah berada di posisi pembukaan sebesar USD 205,46. Sepanjang hari ini telah bergerak pada kisaran USD 204,99 hingga USD 207,75.

Michael Moro, CEO Genesis Trading, platform yang menyediakan perdagangan mata uang over-the-counter untuk lembaga-lembaga bernilai tinggi, mengatakan bahwa dua pertiga dari portofolio pinjaman mereka tidak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan shorting.

Bitcoin, seperti aset lainnya memiliki pasar berjangka dan investor biasanya menjual kontrak berjangka mereka dengan pola pikir bearish dan prediksi bahwa harga bitcoin akan menurun di masa depan. Moro menambahkan, lebih dari 90% dari yang tidak digunakan untuk shorting dan sebaliknya, digunakan untuk modal kerja atau tujuan arbitrase. Selain itu, penurunan harga ethereum baru-baru ini ternyata hanya menyumbang 4% dari buku pinjaman.

“Jadi Anda dapat membantah bahwa shorting bukan alasan untuk penurunan harga Bitcoin atau Ethereum yang telah kita lihat dan itu wajar bahwa para pemegang (ethereum dan bitcoin) sebenarnya menjual dibandingkan dengan orang-orang shorting yang mencoba untuk memainkan penurunan kripto tersebut,” ujar Moro, seperti dilansir CNBC.

Dari seluruh utama, Ethereum tampaknya menjadi yang paling terpukul oleh para investor setelah berbulan-bulan kinerjanya lemah. Saat ini lebih dari 300.000 posisi sell (jual) telah dibuka untuk ether karena para investor terus bertaruh pada harga yang jatuh lebih rendah.

Alasan yang mungkin untuk ini adalah adanya aksi jual ICO yang cukup besar. Banyak ICO telah menjual posisi ETH mereka untuk menebus potensi kerugian yang mungkin terjadi di masa depan dan untuk mendanai pengembangan dan operasi proyek lanjutan mereka.

Di sisi lain, Thejas Naval, seorang analis di Elemen Digital Asset Management berpendapat jika penurunan harga kripto baru-baru ini tak memiliki korelasi dengan pasar saham. “Ada narasi bahwa pasar crypto jatuh bersamaan dengan pasar ekuitas, yang secara perlahan masuk ke zona koreksi. Kami percaya langkah ini dalam crypto tak ada hubungannya dengan pasar saham,” paparnya.

Menurut Naval, ada bukti bahwa harga bitcoin dan indeks saham global hanya memiliki sedikit hubungan. Kecenderungan penjualan massal belum lama ini di pasar kripto juga telah mempengaruhi pasar bitcoin, yang jatuh serendah USD 6.200 usai penurunan pada Kamis.

Loading...