Tersokong Harga Minyak, Rupiah Dibuka Melemah Tipis 4 Poin

Jakarta – Rupiah mengawali hari ini, Kamis (29/12) dengan pelemahan tipis sebesar 0,03 persen atau 4 poin ke level Rp 13.464 per . Kemarin, rupiah menutup dengan depresiasi 0,1 persen atau 14 poin ke Rp 13.460 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.432 hingga Rp 13.471 per dolar AS.

Rupiah melemah seiring dengan menguatnya indeks dolar AS pada perdagangan kemarin setelah dilaporkannya data kepercayaan AS yang . Indeks kepercayaan AS terpantau naik ke level tertinggi dalam lebih dari 15 tahun terakhir pada bulan Desember karena mereka melihat kondisi , saham, dan pasar kerja yang meningkat.

Data itu meningkatkan harapan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya lebih cepat tahun depan, usai Desember lalu The Fed memperkirakan akan menaikkan suku bunga tahun depan sebanyak tiga kali.

Meski demikian, Samuel Sekuritas memprediksi bahwa rupiah akan menguat hari ini karena tersokong oleh penguatan harga minyak. Sementara itu IHSG yang menguat tajam dalam beberapa hari terakhir turut mendukung pergerakan rupiah agar tidak melemah terlalu tajam di pasar spot.

Meski harga minyak sedang mengalami kenaikan, pemerintah Indonesia menekankan jika pihaknya belum berencana menaikkan harga BBM sampai bulan April 2017 mendatang.

“Hal tersebut perlahan telah mengoreksi ekspektasi inflasi yang sebelumnya sudah terdorong naik karena rencana kenaikan listrik akibat pencabutan subsidi terbatas. Rupiah berpeluang stabil dengan kecenderungan menguat pada hari ini,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Loading...