Tersedia di Pasaran, Beras Lahap Kediri Dijual Dengan Harga Mulai Rp 11.500 Per Kg

beras, lahap, kediri, merek, kemasan, ukuran, 5 kg, per, kilo, kg, kilogram, di, pasaran, warna, harga, pasokan, persediaan, konsumen, stabil, inflasi, deflasi, komoditas, utama, pangan, kebutuhan, masyarakat, bengawan, barmoBeras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia (sumber: organicfacts.net)

, bagi sebagian besar masyarakat , khususnya, merupakan salah satu kebutuhan utama. Di , sudah ada berbagai macam beras yang bisa dipilih.

Di Kediri, dikenal juga berbagai macam merek beras. Salah satunya adalah Beras Lahap. Kemasan karungnya didominasi warna kuning dengan gambar hamparan sawah dengan tulisan di depan kemasan yaitu Beras Kepala Super Lahap.

Tidak hanya itu, ada pula Beras Putih Pulen Lahap. Kali ini, kemasannya agak sedikit berbeda, karena ada campuran warna biru dan juga merah, dengan disertai gambar padi. Pada bagian depan, terdapat tulisan Beras Bengawan Super Lahap. Untuk harganya, per kilonya, beras dijual Rp 11.500. Sedangkan, untuk kemasan 5 kg, harganya sekitar Rp 53.000-59.000.

Sebagai kebutuhan pokok, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, beras menduduki posisi pertama sebagai penghambat inflasi. Beras dianggap sebagai pendukung deflasi.

Peran beras dinilai berbeda dengan laju inflasi pada bulan Mei 2018. Beras mengalami persentase penurunan sebesar 3,92 persen dengan memberikan andil inflasi sebesar -0,16 persen. Hal itu tidak terlepas dari beras yang cenderung tetap, tidak mengalami perubahan secara signifikan. Beras berada di kondisi yang stabil dengan persediaan cukup.

Keadaan itu dibenarkan oleh Djoko Raharto, salah satu anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. “Adanya deflasi di bulan Mei 2018 tidak lepas dari peran komoditi beras. Padi (beras) dipanen besar-besaran pada bulan Maret dan April,” ujarnya.

Djoko, yang juga merupakan pejabat (BI) Wilayah Kediri itu menjelaskan bahwa apabila harga beras juga dianggap cenderung tidak mengalami perubahan setelah panen raya. Hal ini dikaitkan dengan kondisi harga di pasaran yang masih stabil.

Berdasarkan informasi dari data Jawa Pos Radar Kediri, komoditas beras menduduki posisi pendukung deflasi dalam waktu berurutan. Hal itu tidak terlepas dari perubahan harga beras. “Komoditi ini belum mengalami kenaikan harga,” tutur Djoko.

Di pasaran, kondisi beras juga dianggap bertahan harganya. Hal ini didapatkan informasi dari beras di Pasar Setonobetek, Ningsih, mengatakan bahwa bertahannya harga beras dipengaruhi oleh stabilnya persediaan. Sehingga, permintaan konsumen bisa dipenuhi.

“Harga tetap untuk jenis beras seperti IR 64 Super, Serang, Bengawan, dan Bramo, belum berubah. Hal ini karena banyak pasokan,” ucap Ningsih. Harga beras berkisar Rp 9.500 hingga Rp 11.500 per kilonya.

Senada dengan Ningsih, pedagang beras lainnya, Jujuk, mengungkapkan kondisi serupa. “Sejauh ini belum berubah, ada sekitar sebulan ini harga beras masih stabil,” ujarnya. Jujuk mengakui, apabila pasokan beras masih mampu memenuhi permintaan konsumen di pasaran.

Loading...