Tersedia dalam Berbagai Varian, Harga French Fries Golden Farm Cukup Bersaing

Sajian french friesSajian french fries

Masyarakat Indonesia kini sudah tak asing lagi dengan frozen food seperti , nugget, dan sebagainya. Meskipun bukan makanan pokok, nyatanya bisnis makanan beku di Tanah Air cukup berkembang. Produk Golden Farm misalnya, kini banyak dikonsumsi secara luas untuk skala rumahan atau bahkan untuk sektor bisnis kuliner dan perhotelan. yang bersaing dan kualitas yang baik membuat french fries Golden Farm besutan PT Diamond Cold Storage – Sukanda Djaya (Diamond Group) mendapat tempat di hati masyarakat.

Golden Farm sendiri menawarkan beberapa varian produk kentang goreng mulai dari french fries shoestring dengan potongan lurus, crinkle cut dengan potongan bergerigi, straight cut dengan potongan besar, dan french fries coated yang berbumbu. ukurannya pun terdiri dari 500 gram (1/2 kg) dan 1 kilogram. Adapun untuk harga french fries Golden Farm 500 gr mulai Rp 21.200 sampai Rp 26.500 per bungkus, sedangkan yang 1 kilo harganya mulai Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribuan per bungkus.

Guna memperluas pemasaran produknya, Diamond Group pun meresmikan gerai Equipment & Beverage House ketiga di Surabaya, Jawa Timur, pada Maret 2019 lalu setelah gerai di Jakarta dan Bali. Ekspansi ini dilakukan untuk mengenalkan produk-produk berteknologi tinggi dan bahan baku berkualitas pada para pengusaha kuliner di Jatim, terutama segmen hotel, restoran, dan kafe (Horeka), serta usaha kuliner lainnya.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo), selama tahun 2018 lalu bisnis kuliner di Jatim tumbuh hingga lebih dari 20% berkat perubahan gaya hidup masyarakat yang makin modern. “Dengan kenyataan ini, Diamond Group konsisten menghadirkan produk-produk andalan dari berbagai negara seperti Eropa, Asia, Amerika, Australia dan tidak ketinggalan pula pemain dalam negeri seperti Sango Hospitality dari Semarang dan JAVARA,” kata General Manager Surabaya Branch Sukanda Djaya, Basuki Soedjatmiko, seperti dilansir Industry.

Lebih lanjut Basuki menuturkan, beberapa kota di Jatim seperti Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, dan Gresik mengalami pertumbuhan bisnis kuliner yang cukup masif. “Bisnis kami juga tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, rata-rata 20 persen per tahun. Dan tahun ini, kami ingin pertumbuhan diatas 20 persen,” ungkap Basuki.

Loading...