Tersedia Dalam Beberapa Pilihan Warna, Harga Spidol Snowman 1 Kotak Berkisar Rp 60 Ribuan

harga, spidol, snowman, 1, kotak, tinta, jambu, biji, penghargaan, brand, awards, papan, tulis, kapur, isi, warna, hitam, putih, merah, daun, board, maker, permanent, varian, di, tokoIlustrasi: menulis di papan dengan spidol

Dulunya mungkin untuk menulis di tulis perlu menggunakan kapur. Tetapi, seiring dengan perkembangan, tulis sudah mulai digeser dengan putih. Untuk menulis di media tersebut butuh alat yang dinamakan .

Di Indonesia, spidol yang sudah luas dikenal masyarakat adalah Snowman. Tidak perlu diragukan kualitasnya, karena tersebut pernah menyabet penghargaan Brand Awards.

Spidol Snowman tersedia dalam berbagai pilihan warna, mulai hitam, biru, dan merah. Bagi Anda yang ingin pena spidol mudah atau bisa dihilangkan, bisa memilih board marker. Sedangkan, jika ingin pena spidol yang tidak bisa hilang maka pilihannya adalah varian permanent.

Membeli spidol sepertinya bukan masalah sulit, karena produk itu mudah ditemukan di berbagai toko dan alat tulis. Untuk satuannya, bisa sekitar Rp 3 ribuan. Sementara, untuk 1 kotak yang berisi 12 spidol dijual dengan sekitar Rp 60 ribuan, bisa saja lebih.

Ketika Anda memakai spidol Snowman, kemudian tintanya habis, maka bisa diisi ulang. Tinta spidol tidak hanya berasal dari bahan kimia, namun juga bisa dari bahan alami seperti daun jambu biji. Di Gresik, ada dua pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) yang melakukan penelitian mengenai daun jambu biji yang bisa dijadikan isi tinta spidol.

Yulistya Rahma Fitri dan Indriyani adalah nama kedua tersebut. “Ide ini berawal dari seringnya kami mendengar keluhan guru yang mencium bau kimia pada spidol saat menulis di whiteboard ketika mengajar,” ujar Yulistya.

Dari situ, Yulistya dan Indriyani mencari literatur untuk mencari tahu bahan apa yang aman yang bisa digunakan untuk membuat tinta spidol. Kemudian, mereka menemukan daun jambu biji. Alasan memilih daun jambu biji adalah karena memiliki banyak kandungan senyawa antosianin dan tanin yang cukup banyak yang bisa mengental dan berfungsi sebagai tinta nantinya. Atas bimbingan dan arahan Muhammad Faiq Rofiqi, guru pembimbing laboratorium, mereka mulai bereksperimen.

Selain daun jambu biji, bahan lain yang diperlukan adalah paku berkarat, cuka dan tepung maizena. Pertama-tama yang dilakukan adalah mencuci daun hingga bersih. Selanjutnya adalah merebus daun ke dalam air selama 25 menit hingga air berubah menjadi kecoklatan pekat.

Air hasil rebusan kemudian dicampur dengan cuka, tepung maizena, dan paku berkarat. Paku berkarat diperlukan untuk mendapatkan warna hitam pekat seperti warna pada spidol. Karat pada paku akan lumer berkat bantuan cuka.

“Dalam paku berkarat terdapat senyawa carboxymethyl cellulose (CMC) yang mengubah warna coklat menjadi hitam pekat,” kata Yulistya.

Setelah campuran diaduk merata, hasilnya dibiarkan hingga satu jam. Setelah satu jam berlalu, tinta ala daun jambu biji siap digunakan. “Kami sudah mengujinya. Hasilnya, warna kuat dan tinta tak gampang pudar. Bisa digunakan di whiteboard, kertas, maupun kayu/triplek,” lanjut Yulistya.

Loading...