Tersedia 3 Jenis, Ini Biaya Transaksi Kartu Debit Mandiri Baru Berlogo GPN

Petugas menunjukkan kartu Mandiri Debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Jakarta - inilah.com

JAKARTA – Beberapa waktu lalu, (BI) mengeluarkan kebijakan agar merilis debit baru dengan logo Gerbang Pembayaran Nasional (. Untuk mendukung upaya bank sentral tersebut, banyak bank yang telah merilis debit berlogo GPN, salah satunya . Digunakan untuk , seluruh dengan debit ini nantinya akan diproses tanpa melewati jaringan principal.

“Untuk mendapatkan Kartu Debit GPN, nasabah bisa datang ke cabang terdekat dan melakukan pembukaan atau penggantian Kartu Mandiri Debit,” tulis Bank Mandiri dalam situs resminya. “Kartu Mandiri Debit GPN Instant tersedia di beberapa cabang besar di Jakarta, sedangkan di luar itu, bisa dipesan secara reguler (dengan nama) dan dapat diambil di cabang H+14 setelah pembukaan atau penggantian kartu.”

Bank Mandiri sendiri menyediakan tiga kartu debit GPN, yaitu Silver, Gold, dan Platinum, dengan biaya administrasi bulanan masing-masing Rp2.000, Rp4.500, dan Rp7.500. Ketiga kartu bisa melakukan penarikan tunai di ATM maksimal Rp10 juta, sedangkan transfer antar-rekening Mandiri di ATM masing-masing maksimal Rp25 juta, Rp50 juta, dan Rp100 juta. Jika ingin transfer ke rekening bank lain, masing-masing maksimal Rp5 juta, Rp10 juta, dan Rp25 juta.

Selain di ATM, kartu debit ini juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi di merchant (). Belanja di merchant maksimal Rp25 juta untuk Silver, Rp50 juta untuk Gold, dan Rp100 juta untuk Platinum, sedangkan pembayaran tagihan di masing-masing maksimal Rp1 juta, Rp2 juta, dan Rp3 juta. Jika ingin menarik tunai di , masing-masing maksimal hanya Rp1 juta.

“Dalam rangka mendukung kebijakan Bank Indonesia, kami dengan bangga menghadirkan Mandiri debit berlogo nasional (Mandiri debit GPN,” ujar Regional Transaction & Consumer Head Region X/Sulawesi dan Maluku, Noviandhika Sukanto. “Kartu tersebut telah dilengkapi teknologi chip untuk memberikan keamanan maksimal dan telah siap digunakan untuk transaksi domestik.”

Loading...